29 September 2022, 22:02 WIB

Tim Ahli Sebut Revitalisasi Halte Bundaran HI Langgar Prosedur


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA/Muhammad Adimaja
 ANTARA/Muhammad Adimaja
Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi Halte Transjakarta di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (16/9).

TIM Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta menyebut proyek revitalisasi Halte TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) melanggar prosedur terkait cagar budaya karena tidak melalui sidang di tim tersebut.
 
"Jadi, seharusnya memang semua objek diduga cagar budaya itu melalui Tim Sidang Pemugaran," kata Ketua TSP Boy Bhirawa seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis (29/9).
 
Menurut dia, ketinggian bangunan halte busway yang sedang direvitalisasi tersebut menutupi kawasan Bundaran HI, termasuk Patung Selamat Datang.
 
Kawasan tersebut, kata dia, merupakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang perlakuannya sama dengan cagar budaya.
 
"Jadi, visual objek cagar budaya itu tidak boleh ditutupi," ucap Boy.
 
Sementara itu, anggota Tim Ahli Cagar Budaya Candrian Attahiyyat mengatakan ada beberapa opsi yang kemungkinan dapat dilaksanakan misalnya bangunan direndahkan atau dibongkar.


Baca juga: Apa Penyebab Jakarta Semakin Macet?

 
Meski begitu, proyek revitalisasi itu kini sudah dibangun dan sedang dikebut pengerjaannya.
 
"Memang ini masalahnya visual sejarah," ucapnya ketika dihubungi.
 
Sebelumnya, sejarawan JJ Rizal menyoroti pembangunan revitalisasi Halte Bundaran HI yang dinilai menutupi pandangan kawasan Bundaran HI dan Patung Selamat Datang.
 
Ia pun menuliskan keluhan tersebut melalui akun media sosial pribadinya yakni Twitter, @JJRizal.
 
"Halte tetap di tempat, tetapi carilah model arsitektur yang ramah dan respek pada kawasan sejarah, desain yang lebih merunduk menghormat
vista cagar budaya bukan yang dengan sengaja malah memanfaatkan ruang yang bernilai komersial untuk komersialisasi," kata JJ Rizal.
 
TransJakarta merevitalisasi 46 halte termasuk di Bundaran HI pada 2022 dengan anggaran total mencapai Rp600 miliar.
 
Adapun Halte Tosari, Halte Dukuh Atas, Halte Bundaran HI dan Halte Sarinah dibangun kembali untuk menjadi halte ikonik. (Ant/OL-16)

BERITA TERKAIT