28 September 2022, 16:40 WIB

Polusi Batu Bara di Jakut Juga Berasal dari Daerah Tetangga


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana P
 ANTARA FOTO/Aditya Pradana P
Ilustrasi Kabut asap menyelimuti gedung-gedung bertingkat di Jakarta,

POLUSI udara berupa debu batu bara rentan terjadi di wilayah Jakarta Utara. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan hal tersebut disebabkan banyaknya perusahaan yang memiliki area penyimpanan stok atau stock pile di wilayah pesisir.

Tidak hanya di wilayah Jakarta, usaha serupa juga terdapat di daerah tetangga seperti Bekasi. Hal ini juga berkontribusi pada polusi udara di wilayah Jakarta.

"Iya, memang lokasi pelabuhan yang ada stock pile tidak hanya di Jakarta, tetapi Kabupaten Bekasi yang ada di sisi-sisi pelabuhan di Jakarta," kata Asep di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (28/9).

Ia mengatakan, untuk di wilayah Jakarta, pihaknya memastikan para perusahaan yang memiliki usaha stock pile di wilayah ibu kota harus mematuhi ketentuan aturan lingkungan agar tidak menyebabkan polusi udara. Apabila hal itu tidak dijalankan, Pemprov DKI tak segan mencabut izin perusahaan seperti yang pernah dilakukan kepada PT Karya Cipta Nusantara (KCN).

"Iya, kalau di Jakarta sendiri kami upayakan industri-industri di pelabuhan, terutama KCN itu, diharapkan lebih mengelola lingkungannya lebih baik. Jadi ada 30 sekian yang memang menjadi kewajiban, kalau dilihat dari izin yang dicabut, harus dilakukan oleh PT KCN," tutur Asep.

Baca juga: Ini Wilayah Dengan Polusi Udara Terparah di Jakarta

Sementara itu, ia berharap, ke depan industri yang melibatkan batu bara benar-benar bisa angkat kaki dari ibu kota.

"Jadi yang ada di Marunda itu stock pile untuk industri di luar Jakarta. Kalau di Jakarta, pelan-pelan industri yang menggunakan batu bara akan kami hilangkan. Akan kami ganti dengan gas," tukasnya. (OL-5)

BERITA TERKAIT