13 September 2022, 20:41 WIB

Eko Kuntadhi Hina Ustazah NU, GP Ansor Tuntut Minta Maaf


Mediaindonesia.com | Megapolitan

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Muhammad Ainul Yakin alhafidz.

KETUA pimpinan wilayah GP Ansor DKI Jakarta Muhammad Ainul Yakin alhafidz mengecam penggiat media sosial Eko Kuntadhi yang menghina ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. 

Dalam video yang beredar Ning Imaz sedang menjelaskan tentang tafsir Surat Ali Imran ayat 14. Video yang diunggah di TikTok NU Online dengan judul thumbnail Lelaki di Surga Dapat Bidadari, Wanita Dapat Apa? Potongan video tersebut kemudian diunggah Eko. Dalam potongan tersebut, ada keterangan atau caption berupa ungkapan yang bernada kasar. "Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan," demikian tulisan atau caption yang ada dalam video unggahan Eko Kuntadhi itu. 

Menurut Ainul Yakin, perbuatan Eko Kuntadhi mencederai niat baik penceramah agama yang dengan tulus menyampaikan ajaran agamanya tanpa pamrih. "Kami mengecam dan menuntut agar yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka kepada seluruh umat iIslam khususnya warga Nahdlatul Ulama yang sangat tersinggung dengan ungkapan Eko Kuntadhi," tegas Ainul Yakin dalam keterangan resmi, Selasa (13/9). 

Baca juga: Laki-Laki di Surga Dapat Bidadari, Perempuan Peroleh Apa?

Lebih lanjut, Ainul Yakin juga mengingatkan kepada seluruh penggiat medsos agar lebih berhati-hati dalam berkomentar dan melakukan aktivitas di media sosial. "Ada pepatah arab yang menyampaikan selamatnya seseorang tergantung pada bagaimana seseorang menjaga lisanya. Dalam konteks saat ini sejauh menjaga jarinya untuk tidak asal berkomentar terhadap yang mereka sebetulnya tidak paham, terlebih menyangkut keyakinan dan agama," tambah Yakin. 

Di akhir, Yakin juga menyampaikan jika pihaknya saat ini juga sedang mengkaji ada tidaknya unsur hate speech dalam unggahan Eko tersebut. Tweet Eko Kuntadhi itu sudah dihapus tetapi, katanya, belum ada permintaan maaf. (OL-14)

BERITA TERKAIT