24 August 2022, 18:49 WIB

Pedagang Pasar Rakyat Cisalak Antusias Ikuti Sosialisasi SIAP QRIS oleh BI


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

MI/Kisar Rajagukguk
 MI/Kisar Rajagukguk
Sekretaris Daerah Kota Depok Supian Suri (tengah) dan Kepala Cabang Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto

BANK Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat mensosialisasikan program sehat inovasi aman pakai (SIAP) dengan menggunakan quick response code Indonesian standard (QRIS) kepada ratusan pedagang Pasar Rakyat Kota Depok.

Sosialisasi SIAP QRIS dipusatkan di Pasar Rakyat Cisalak, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Kepala Cabang Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Herawanto kepada ratusan pedagang, mengatakan sebagai regulator, BI terus berupaya untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dalam mendukung akselerasi ekonomi keuangan digital nasional.

Salah satu kebijakan sistem pembayaran yang tengah didorong adalah implementasi dan perluasan penggunaan sistem pembayaran menggunakan SIAP QRIS.

"SIAP QRIS merupakan standarisasi pembayaran nontunai berbasis QR Code yang dikembangkan oleh BI," kata Herawanto, di Pasar Rakyat Cisalak, Rabu (24/8).

Dihadapan ratusan pedagang, Herawanto, mengatakan manfaat program SIAP QRIS yakni menerima pembayaran yang diberikan konsumen (pebelanja) sehingga tidak perlu menyediakan uang kembalian.

Selain memudahkan bertransaksi, Herawanto mengatakan, program SIAP QRIS juga bebas risiko pencurian, dan uang palsu. Termasuk dapat membangun kredit profile bagi para pedagang.

Untuk pembeli, Herawanto melanjutkan, transaksi lebih cepat aman dan terlindungi efisien tanpa uang kembalian. Bahkan lebih higienis tanpa kontak fisik.

Dikatakan Herawanto bahwa BI kini tengah mencetak dan mengedarkan uang baru pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000.

"Alat tukar jenis baru ini tengah disosialisasikan agar dapat digunakan oleh pedagang. Hari ini kita siapkan uang baru sebanyak Rp500 juta untuk ditukarkan dengan uang lama, " ujar Herawanto.

Sosialisasi uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari pecahan seribu, dua ribu, lima ribu sepuluh ribu hingga dua puluh ribu, lima puluh ribu dan seratus ribu rupiah, sambung Herawanto mendapat antusiasme tinggi di kalangan pedagang dan warga masyarakat Kota Depok.

"Kami sangat bangga antusiasme pedagang dan warga umum sangat tinggi dalam sosialisasi hari ini. Uang pecahan baru dari seribu rupiah hingga seratus ribu sebanyak Rp500 juta dalam beberapa jam habis tertukar, " tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Supian Suri yang ikut menghadiri sosialisasi program SIAP QRIS dan peredaran uang baru NKRI mendorong BI agar gencar sosialisasikan uang baru 2022 tersebut.

"Kami (Pemkot Depok) mendorong BI menggencarkan sosialisasi uang kertas rupiah baru. Menurut kami sosialisasi ini penting dilakukan hingga sampai ke tingkat RT maupun seluruh pelosok RW. Sehingga selain mengetahui adanya terbitan uang baru, masyarakat juga dapat memahami uang rupiah terbitan sebelumnya masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah, ” kata Supian.

BI meluncurkan tujuh uang kertas rupiah baru Emisi Tahun 2022 bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI). Adapun uang baru yang diterbitkan terdiri dari pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Uang Tahun Emisi (TE) 2022 tersebut memiliki desain warna yang lebih tajam, unsur pengaman yang lebih andal.

Menurut Supian, penerbitan pecahan uang rupiah dengan desain dan inovasi baru menjadi langkah baik untuk semakin menimbulkan rasa nasionalisme dan kecintaan kepada tanah air.

Supian mengatakan, hadirnya uang baru yang masih penuh dengan nuansa ‘Keindonesiaan’ harus dimaknai sebagai simbol pemersatu bangsa. Kemajuan teknologi, termasuk di bidang keuangan dan perbankan (OL-13)

Baca Juga: Aktif Digitalisasi Pasar, Bank DKI dan Perwakilan BI Jakarta Pantau ...

BERITA TERKAIT