28 July 2022, 04:15 WIB

Ini Rata-Rata Pendapatan Pekerja Entry Level di Jakarta


Meilani Teniwut | Megapolitan

ANTARA/Muhammad Adimaja
 ANTARA/Muhammad Adimaja
Sejumlah karyawan perkantoran menyeberangi pelican crossing saat jam masuk kerja di Jakarta.

SIAPA yang tidak kenal dengan Kota Jakarta? Sebuah kota yang menjadi salah satu pusat pergerakan ekonomi di Indonesia. Selain itu, Jakarta dikenal sebagai ibu kota negara Indonesia tempat orang berbondong-bondong pergi untuk mencari pekerjaan

Saat ini, banyak fresh graduate dan career hunter yang memilih menetap dan memulai karier di Jakarta.  Tapi, menurut hasil survei biaya hidup yang dilakukan BPS atau Badan Pusat Statistik, Kota Metropolitan itu juga menjadi kota dengan biaya hidup tertinggi di Indonesia. 

Lalu, apakah para pekerja entry level dapat memenuhi biaya hidup bulanan mereka di Jakarta ?

Baca juga: Selalu Gagal dalam Wawancara Kerja? Coba Cari Sebabnya

Menggunakan Payscale dan Glassdoor, iPrice mengalkulasi rataan pendapatan per bulan 10 posisi entry - level terfavorit di Indonesia.

Berdasarkan survei, iPrice hasilnya, Junior UX Designer memimpin sebagai posisi entry - level  dengan pendapatan tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar Rp8,66 juta setiap bulannya.

MI/Dok iprice--Rata-rata gaji pekerja entry level di Indonesia

Junior Data Analyst berada di peringkat kedua dengan penghasilan per bulan sebesar Rp8,38 juta, diikuti Associate Product Manager (Rp8,31 juta), Digital Marketing Associate (Rp7,32 juta), dan Junior UI Designer (Rp7,15 juta).

Selanjutnya, posisi entry-level yang memiliki pendapatan bulanan rata-rata di atas Rp5 juta adalah Junior Software Engineer, Junior Front-end Developer, dan SEO Associate.

Sedangkan Junior Content Writer dan Social Media Officer berpenghasilan paling rendah, dengan rata-rata pendapatan per bulan sebesar Rp 4,78 juta.

Meskipun begitu, seluruh posisi ini sudah memiliki rataan pendapatan per bulan yang lebih tinggi dari nilai upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta pada tahun 2022, yaitu Rp4,64 juta.

Namun, apakah hal ini menjamin terpenuhinya biaya dan gaya hidup mereka di kota tersebut?

Tim riset iPrice mengkalkulasi estimasi pengeluaran bulanan seorang pekerja entry-level di Jakarta dan menemukan 3 jenis gaya hidup yang dapat dijalani mereka, yaitu: 

  • Gaya hidup mewah dengan pengeluaran per bulan mencapai Rp12,03 juta.
  • Gaya hidup menengah dengan pengeluaran per bulan sebesar Rp5,29 juta.
  • Gaya hidup hemat yang dengan pengeluaran per bulan sebesar Rp3,57 juta 

Bila data estimasi pengeluaran bulanan tersebut dibandingkan dengan pendapatan masing-masing posisi entry-level, nampaknya bahkan posisi Junior UX Designer yang memiliki pendapatan tertinggi sekalipun belum dapat tinggal dengan nyaman mengikuti gaya hidup mewah di Jakarta.

Tetapi, bila posisi ini mengikuti gaya hidup menengah maka mereka justru dapat menyimpan sisa pendapatannya hingga 38% atau sebesar Rp3,37 juta. 

Hal yang sama juga terjadi pada posisi Junior Data Analyst dan Associate Product Manager yang masih dapat menyimpan masing-masing 37% (Rp3,09 juta) dan 36% (Rp3,02 juta) dengan mengikuti gaya hidup menengah. 

Terdapat 5 posisi entry-level yang memiliki dana cukup namun hanya dapat menyimpan kurang dari 30% pendapatannya dengan gaya hidup menengah. Mereka adalah Digital Marketing Associate, Junior UI Designer, Junior Software Engineer, Junior Front-end Developer dan SEO Associate. (OL-1)

BERITA TERKAIT