27 July 2022, 13:40 WIB

Walikota Tangsel Minta Perbaikan 150 Rumah Warga Tak Layak Huni Dikawal Serius


Syarief Oebaidillah | Megapolitan

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
 Ilustrasi  

Wali Kota Tangerang Selatan ( Tangsel)  Benyamin Davnie membuka sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RUTLH). Sosialisasi  digelar di Kecamatan Serpong dan Kecamatan Serpong Utara yang diselenggarakan  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Tangsel.

Benyamin mengutarakan sosialisasi ini sebagai langkah persiapan  memperbaiki rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni. Proses perbaikan sekitar 45 hari dari jadwal mulai pelaksanaan. "Insyaallah tidak lama lagi akan dimulai pembangunan. Paling lama 45 hari prosesnya." kata Benyamin.

Tahun ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memperbaiki 150 rumah tidak layak huni. Perbaikan tersebut disebar di 7 Kecamatan di Tangerang Selatan.

Dengan rincian 36 rumah di Ciputat, 15 rumah di Ciputat Timur, 20 rumah di Pamulang, 32 di Kecamatan Pondok Aren, 22 di Serpong, dan 18 rumah di Serpong Utara, dan 7 rumah di Kecamatan Setu.

Benyamin menjelaskan program bedah rumah ini sudah ada sejak 2012. Pemerintah Kota Tangsel secara bertahap telah melakukan program  memperbaiki rumah tidak layak huni di Tangerang Selatan.

"Besar harapan kami, dengan adanya program ini dapat memberikan manfaat yang sebaik-baiknya," ucap Benyamin.

Benyamin menambahkan dengan diperbaikinya rumah warga yang tidak layak huni, akan memberikan manfaat mengenai penggunaan keuangan untuk hal yang lainnya. Sehingga, warga tidak banyak mengeluarkan uang untuk memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.

"Saya minta ini dikawal oleh Camat, Lurah, RW, RT, BKM dikawal betul-betul supaya semua prosesnya, pembangunannya bisa berjalan dengan baik," pungkas.Benyamin. (OL-12)

BERITA TERKAIT