04 July 2022, 20:19 WIB

Enam Saksi Diperiksa Terkait Jebolnya Tandon Air LRT


Rahmatul Fajri | Megapolitan

Antara
 Antara
Kepolisian Polsek Setiabudi menyelidiki kemungkinan terjadi kelalaian dalam peristiwa tandon air proyek LRT jebol 

KEPOLISIAN telah memeriksa enam orang terkait peristiwa jebolnya tandon air proyek Light Rail Transportation (LRT) Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kanit Reskrim Polsek Metro Setiabudi, Kompol Suparmin mengatakan keenam orang tersebut diperiksa sebagai saksi, termasuk dari pihak LRT dan korban yang telah sembuh.

"Kita masih pemeriksaan saksi-saksi, kan banyak itu belum dimintain keterangan saksi-saksi. Korban juga yang sembuh juga baru dimintain keterangan," kata Suparmin, ketika dihubungi, Senin (4/7)

Meski telah memeriksa sejumlah orang, namun pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab jebolnya tandon air tersebut.

"Pelaksana proyeknya kita minta keterangan juga. Kita belum bisa menyimpulkan nih," katanya.

Lebih lanjut, Suparmin mengatakan sejauh ini kondisi korban masih ada yang dirawat di rumah sakit. Dua korban mengalami patah tangan dan patah kaki.

"Korban sendiri kan yang tiga luka ringan, dua patah-patah. Masih di rumah sakit yang dua itu," katanya.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menampilkan jebolnya tandon LRT pada Selasa, (28/6) sore. Tandon yang jebol berlokasi di depan Gedung Lina, Setiabudi, Jaksel. (OL-8)

BERITA TERKAIT