30 June 2022, 22:26 WIB

Ada Layangan dari Mancanegara Lho di Museum Layang-Layang


mediaindonesia.com | Megapolitan

ANTARA FOTO/Chairul R
 ANTARA FOTO/Chairul R
Museum Layang-layang pamerkan berbagai layangan dari berbagai negara.

JIKA baru pertama mendengar Museum Layang-Layang pasti yang terbersit di pikiran kita adalah ragam koleksi layangan berbagai bentuk dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, rupanya tak hanya dari Indonesia saja, banyak juga koleksi layangan unik dari berbagai negara.

"Museum Layang-Layang ini juga menyimpan layang-layang dari luar negeri seperti Turki, Belanda, Korea Selatan, Philipina, Kamboja, India, Jepang, China, Thailand, Malaysia, Sri Langka, Swedia dan juga ada dari Prancis," kata seorang pemandu wisata di Museum Layang-Layang, Asep Irawan di Jakarta, Kamis (30/6).

Pria berusia 57 tahun ini menjelaskan layang-layang yang berasal dari berbagai belahan dunia ini didapat karena pemberian atau cindera mata ketika pengelola Museum Layang-layang berkunjung ke negara-negara tersebut.
 
"Biasanya tukar layangan kalau kita ke sana atau mereka ke sini, ada yang disumbangkan juga untuk museum," ucapnya ketika berada di museum yang terletak di Jalan H Kamang, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Baca juga:  'Sore di Museum’ Jadi Tema Acara Penutup Erlangga Art Awards 2022

Pemilik Museum Layang-Layang adalah Endang W Puspoyo. Dia seorang pakar kecantikan yang kebetulan senang dan memiliki hobi dengan layang-layang. Pada tahun 1990-an, Endang sering mengadakan festival layang yang mengundang partisipan dari berbagai daerah.

Pada tahun 2003, bangunan yang sebelumnya dijadikan galeri layang-layang diubah menjadi Museum Layang-Layang pertama di Indonesia, yang diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada saat itu I Gede Ardika.

Harga tiket masuk museum ini untuk anak-anak Rp20 ribu dan dewasa sebesar Rp25 ribu. Tiket sudah termasuk untuk pemutaran film sejarah layang-layang, tuntunan membuat layang-layang dan tur museum.(Ant/OL-5)

BERITA TERKAIT