30 June 2022, 19:18 WIB

Holywings Digugat Rp100 Miliar oleh Dua Orang Bernama Muhammad


Pahrul Roji (MGN), Narendra Wisnu Karisma | Megapolitan

MGN/Pahrul Roji
 MGN/Pahrul Roji
BELASAN advokat mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten, untuk mendaftarkan gugatan.

BELASAN advokat mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten, untuk mendaftarkan gugatan kepada pihak PT Aneka Bintang Gading, perusahaan yang mengelola outlet restoran sekaligus bar Holywings.

Para kuasa hukum yang tergabung dalam ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) ini meminta Aneka Bintang bertanggung jawab atas promosi minuman beralkohol yang menggunakan nama Muhammad dan Maria.

Dalam gugatan perdata ini, Hendarsam Marantoko selaku Juru bicara ACTA mengatakan pihaknya sebagai kuasa hukum prinsipal dari dua orang kliennya yang bernama Muhammad. Penggugat I adalah Muhammad Faisal dan M. Chusni Mubarok selaku Penggugat II.

"Kedua penggugat merasa tersinggung, tersakiti, dan dirugikan karena nama dirinya dan Nabi Muhammad disandingkan untuk promo minuman alkohol di Holywings," kata Hendarsam, di PN Tangerang, Kamis (30/62022).

Pihak ACTA juga menilai promosi miras gratis untuk orang bernama Muhammad dan Maria yang diunggah di akun resmi Instagram Holywings merupakan salah satu bukti bahwa PT Aneka Bintang Gading turut bertanggung jawab atas dugaan menista agama.

Ia melanjutkan, pihaknya menilai perusahaan ini telah lalai dan tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengurusan dan pengambilan kebijakan atas promosi miras gratis yang dilakukan oleh para Karyawan Holywings yang mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, antar golongan).

Maka dari itu, ACTA menilai Aneka Bintang sudah melanggar ketentuan Pasal 1367 KUHPerdata jo. Pasal 1 angka 5 dan Pasal 97 UU No.40/2007 tentang Perseoran Terbatas.

"Kami melihat dan menyerap banyak sekali keluhan dari publik, manajemen Holywings terkesan lepas tangan dan melimpahkan masalah ini kepada karyawannya," tutur Hendarsam.

"Kami juga meminta supaya manajemen Holywings, mulai dari direktur atau bahkan komisarisnya untuk bertanggung jawab. Karena secara perdata, enggak boleh menimpakan itu kepada karyawan saja," imbuhnya.

Dalam keterangannya, Hendarsam menyebut bahwa timnya menggugat Direktur Utama PT Aneka Bintang Gading, Eka Setia Wijaya selaku tergugat I dan PT Aneka Bintang Gading sebagai tergugat II. Masing-masing dituntut ganti rugi materiil senilai Rp50 miliar dan ganti rugi immateriil sebesar Rp50 miliar.

"Kami meminta ganti rugi sebesar Rp 100 miliar totalnya, dan ini bukan untuk kita selaku principal, tapi apabila tuntutan ini dikabulkan oleh majelis hakim akan kita sumbangkan ke BAZNAS untuk kepentingan umat," tandasnya.

Selain itu ACTA juga meminta seluruh manajemen Holywings untuk menyampaikan permintaan maaf selama tujuh hari berturut-turut di media nasional. (Ren/A-3)

BERITA TERKAIT