28 June 2022, 22:36 WIB

Pemulihan Ekonomi Semakin Terasa, UMKM di Jakarta Terus Didorong Untuk Bangkit


Mediaindonesia.com | Megapolitan

Antara/Aprilio Akbar
 Antara/Aprilio Akbar
Bazaar UMKM di Menteng, Jakarta Pusat menyambut HUT jakarta

OPTIMISME untuk bangkit usai didera pandemi selama 2 tahun terus tumbuh, terutama di DKI Jakarta. Semua pihak pun saling membantu untuk pemulihan ekonomi terusebut, termasuk di tingkat UMKM. 

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Edwin S Inkiriwang mengatakan, dalam dua tahun terakhir modal usaha, kerja dan investasi tidak mudah dilalui. Karena, krisis pandemi berdampak besar kepada masyarakat menengah ke bawah. Bahkan secara signifikan perekonomian indonesia pernah turun 0,27 persen.

"Dampak lainnya banyak usaha kecil yang tutup. Kondisi ini sangat berbeda dengan krisis sebelumnya. Sebab, semua sendi ikut terpengaruh. ibarat tubuh, kalau kaki sakit, tidak bisa jalan," terangnya dalam diskusi FGD bertajuk Jakarta Punya Hajat, Ekonomi Melesat, Selasa (28/6).

Program pemerintah melalui KUR, dikatakan dia, bisa membangkitkan ekonomi. Untuk itu, Pegadaian hadir untuk salurkan KUR super mikro. 

"Kami masuk ke UMKM. Data ini kami peroleh dari bawah (RT/RW). Jadi kami masuk dari sana. KUR dengan program supermicro nilainya Rp5,9 triliun dan akan dilayani oleh 600 cabang pegadaian di seluruh wilayah di Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu, Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Achmad Chudhoiri menuturkan, Jakarta belum sepenuhnya lepas dari Covid-19. Sampai saat ini Pemprov DKI masuk PPKM Level 1. Dan sedikitnya ada 8 ribu kasus Covid-19 di DKI. 

"Ekonomi bisa bergerak tumbuh harus didukung oleh faktor kesehatan," katanya.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian secara global juga menyumbang kondisi perekonomian nasional. Salah satunya terjadinya konflik atau perang di Ukraina. Konflik tersebut berdampak, salah satunya pada gas (sumber IMF).

"Kita kaitan dengan inflasi, dengan adanya perang mengalami kenaikan. di negara maju terkontraksi secara signifikan. Untuk di Indonesia secara nasional tumbuh triwulan 1 tumbuh 5,0. ekspor barang dan jasa mengalami peningkatan," katanya. 

Ia menyebut, kebijakan pemulihan ekonomi sektor UMKM di masa pandemi Covid-19. Di antaranya terkait masalah pemasaran. 

Baca juga : Warga Antusias Jajal Kendaraan Listrik Otonom di QBig BSD City

"UMKM kita masukan ke marketplace, bahan baku bisa lebih murah, perizinan antar jemput izin perusahaan. Dan masyarakat kita perlakukan sebagai raja, khususnya yang membuka usaha," ucapnya.

Direktur Celios Bhima Yudhistira mengatakan, hajatan DKI berdampak pada ekonomi hingg tenaga kerja. Selain itu, banyak UMKM yang terdampak. Di masa transisi pandemi menjadi endemi, geliat masyarakat di DKI kian nampak. 

"Yang positif pembelian masyarakat di pusat perbelanjaan, naik 8 persen. Di tempat hiburan, taman kota ada kenaikan mobilitas 14 persen," bebernya. 

Selain itu, menurut dia, golongan masyarakat menengah dan atas saat ini tak sedikit mengeluarkan uang dari bank. Selama masa pandemi, mereka tertunda untuk melakukan belanja. 

"Saat ini mulai naik dari orang pesan hotel, rekreasi dan berwisata. Dan Formula E ini bisa menjadi branding Jakarta, terutama dari sektor pariwisata," katanya. 

Ia menyebut, UMKM mendominasi perekonomian Jakarta. Sedikitnya ada 160 ribu UMKM di bidang kuliner. Dari jumlah tersebut, Pemprov DKI harus segera merangkul mereka. 

"Agar omset naik, sasaran UMKM melihat demografi harus ke milenial. Mereka tidak perlu bawa dompet, cukup dengan uang digital," ujarnya. 

Sekjen Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Imbong Hasbullah mengapresiasi langkah Pemprov DKI yang terus menggenjot UMKM. Karena, program tersebut menyasar masyarakat bawah. 

"Kami mendukung program tersebut, dan kami sudah menggenjot lewat bazar festival di Kemang," tutup Imbong Hasbullah. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT