24 June 2022, 19:17 WIB

3.693 Balita di Kota Depok Alami Stunting


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

Ist
 Ist
Gizi buruk penyebab stunting pada anak.

WAKIL Wali Kota Depok Iman Budi Hartono mengklaim angka stunting balita atau gagal tumbuh anak di Kota Depok cuma 3.693 orang.

Angka ini kategori terendah se-Jawa Barat. "Angka stunting di Kota Depok berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI) hanya 12,3 persen tahun 2021. Sedangkan di Jawa Barat sendiri mencapai 24,5 persen, " ujar dia Jumat (24/6).

Baca juga: Mau Datangi Holywings, GP Ansor: Kami Gelar Doa Bersama

Angka SSGI tersebut jauh berbeda dengan yang dimiliki Kota Depok. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok hanya 3,43 persen. Atau secara jumlah hanya 3.693 saja balita Depok yang mengalami stunting di Kota Depok.

“Kalau dari Dinkes Kota Depok hanya 3,43 % atau sebanyak 3.693 balita. Angka ini didapat langsung dari para kader pos pelayanan terpadu (posyandu) di semua RT-RW se-Kota Depok,” tukasnya.

Dari 3.693 balita tersebut, terangnya 30% berasal dari masyarakat miskin. Sedangkan sisanya yaitu 70% berasal dari kalangan mampu.

Imam menyebut, pemicu stunting di Kota Depok karena pola asuh. Misalkan kesibukan ibu bekerja menyerahkan anak pada pembantu rumah tangga (PRT). “Pola asuh artinya dalam memberikan makan balita banyak diserahkan kepada PRT karena kesibukan sang ibu yang bekerja. Sehingga makanan balita tidak sehat, atau tidak sesuai asupan dari yang seharusnya,” sambungnya.

Pemicu lainnya, sambungnya karena kesalahan cara memasak sehingga makanan kehilangan kandungan gizi, protein dan vitamin.

Selain itu, ujarnya tampilan makanan yang tidak menarik juga membuat anak enggan makan. “Atau anak dimanjakan dengan makanan tidak sehat seperti jajanan,” ujarnya. 

Untuk menekan angka stunting, Kota Depok membuat program D'sunting menara (Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Depok Ramah Anak) yaitu melalui kegiatan yang dipelopori oleh para kader PKK se-Kota Depok.

“Kami bersama Wagub Jabar deklarasi untuk menurunkan angka prevalensi stunting Jabar dengan membentuk satgas khusus stunting tingkat desa dan kelurahan sekaligus peluncuran gerakan Ngawal Jawa Barat New Zero Stunting (Ngabring),” pungkasnya (OL-6)

BERITA TERKAIT