05 June 2022, 11:28 WIB

Ekologi dan Ekonomi Kerap Berbenturan, Anies Ingin Jakarta Majukan Keduanya


 Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan sepeda melintasi kawasan MH Thamrin-Sudirman, Jakarta, Minggu (13/3/2022).

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, menghadiri Peringatan Hari Sepeda Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2022.

Dalam peringatan yang mengusung tema ‘Aksi Sejuta Sepeda Satu Indonesia’ tersebut, Anies mengapresiasi gerakan bersepeda sekaligus ikut bersepeda bersama puluhan orang dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Balai Kota Jakarta, Minggu pagi (5/6).

“Untuk semua yang memilih menjadi bagian dari kampanye, mengingatkan pada kita Hari Sepeda Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup. Selamat bersepeda, kita kirimkan pesan ke seluruh Indonesia, mari kita sama-sama jadikan langit kita biru, lingkungan bersih, sehat, dan kita semua bisa bayar balik untuk bumi kita,” ucap Anies dalam sambutannya.

Menurut Anies, dalam sektor ekonomi dan ekologi selama beberapa dekade ini telah berkonflik cukup pelik yang berdampak pada degradasi lingkungan hidup.

Karena, yang terjadi adalah ekonominya tumbuh, tetapi ekologinya turun. Maka dari itu, Jakarta turut aktif dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup melalui berbagai kebijakan.

Baca juga: Jakarta E-Prix 2022: Penonton Terpukau Sensasi Jet Darat Listrik

“Sebenarnya, baik ekonomi dan ekologi berasal dari kata yang sama yakni oikos, yang keduanya bicara tentang keluarga dan sudah saatnya ekonomi dan ekologi berjalan berdampingan. Jakarta akan mulai ikhtiar itu semua,” terangnya.

“Jadi, kita sampaikan komitmen di tahun 2020, insya Allah kita kurangi emisi karbon sebanyak 30 persen dan Alhamdulillah tahun 2022 ini kita sudah mencapai 26 persen. Dan 2050 kita akan sampai insya Allah bisa nett zero emission,” lanjutnya.

Guna mencapai target tersebut, Anies menjelaskan bahwa dibutuhkan pertama, menambah kawasan hijau untuk produksi udara bersih, dan kedua mengurangi emisi. Salah satunya, melalui penggunaan sepeda untuk kegiatan keseharian.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta turut menghadirkan gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, karena tanggung jawab penyelamatan lingkungan hidup ada pada setiap pribadi.

“Kita hadir di sini memulai sejarah baru untuk Jakarta dan Indonesia, ini adalah gerakan. Artinya, tanggung jawab dan peran ada di tiap kita. Bukan sekadar program, dan Bapak/Ibu adalah tokoh-tokoh gerakan lingkungan hidup kita dan kami senang dapat ikut memfasilitasi kegiatan ini,” pesannya.

Anies lantas menutup sambutan dengan memberikan makna dari sepeda.

“Sepeda itu tak bisa mundur, jadi Anda harus terus maju. Lalu, sepeda juga tak meninggalkan residu dan sepanjang perjalanan harus stabil yang diusahakan dengan terus dikayuh oleh gerakan kaki kita sendiri, bukan oleh mesin. Begitulah kira-kira pesan yang kita dapat dari bersepeda,” tandasnya. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT