29 May 2022, 20:00 WIB

Pelaku Tawuran yang Tewaskan Pelajar di Jaktim Ditangkap


Rahmatul Fajri | Megapolitan

Ilustrasi
 Ilustrasi
Ilustrasi penangkapan polisi

POLISI menangkap pelaku tawuran yang menewaskan pelajar SMP berinisial MF. Sebelumnya, MF tewas pada tawuran antarkelompok remaja di Jalan Otista 3, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (26/5).

Kanit Reskrim Polsek Jatinegara Iptu Zulkasman mengatakan, pelaku yang diamankan tersebut merupakan pelajar SMK berinisial DA.

"Sudah ada yang kita amankan 1 orang, yaitu pelakunya (DA)," kata Zulkasman ketika dihubungi, Minggu (29/5).

Zulkasman belum menjelaskan lebih lanjut apakah DA merupakan pelaku yang membacok korban hingga tewas. Ia mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan akan menyelidiki lebih lanjut pelaku lain yang terlibat dalam tawuran tersebut.

"Kami masih di lapangan melakukan pendalaman," ujarnya.

Sebelumnya, seorang pelajar SMP berinisial MF meninggal dunia pada tawuran antarkelompok remaja di Jalan Otista 3, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (26/5) kemarin.

MF mengalami luka parah setelah mendapat bacokan senjata tajam di bagian dada. Nyawa MF tidak tertolong, meski sempat dibawa ke rumah sakit. MF dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Prumpung, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur.

Ibu korban, Sulastri mengaku ikhlas atas kepergian putranya itu. Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Saya udah ikhlas aja ya. Saya serahkan ke pihak kepolisian," kata Sulastri di Jakarta, Jumat (27/5).

Baca juga : Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Begal di Kemayoran

Sulastri mengaku mengetahui anaknya menjadi korban tawuran setelah diberi tahu teman anaknya yang lebih dulu mengantar ke rumah sakit. 

"Jadi awalnya saya cuma dengar teriakan tuh, temennya suruh ngambil motor nih di sini, posisi di depan rumah saya. Terdengar teriakan, 'tolong ambilin motor gue tuh disitu'. Saya kaget langsung bangun (tidur)," katanya. 

Ketika Sulastri terbangun, ia langsung mengecek ke lokasi kejadian yakni dekat pasar Otista. 

"Saya bilang, ya Allah anak siapa nih kok darah banyak banget ya, darah banyak banget di (gang) yang pas mau masuk. Terus kata orang pasar, mukanya (korban) sih muka Fajar itu," ujarnya.

Tak lama kemudian, dirinya ditelepon pihak rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, ternyata nyawa anaknya telah tiada. 

"Saya ke rumah sakit sekitar jam 02.30 WIB. Saya dateng ke rumah sakit, anak saya sudah tidak ada nyawa," kenangnya.

Hingga kini, pihak keluarga korban belum mendapat informasi adanya penangkapan para pelaku yang menewaskan anaknya itu dari pihak kepolisian.

"Belum ada panggilan dari polisi, laporan sudah buat," katanya. (OL-7)

BERITA TERKAIT