23 May 2022, 15:06 WIB

Renovasi Kawasan TMII Rampung September Ini


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Antara
 Antara
Pekerja melintasi area revitalisasi Keong Emas di kawasan TMII, Jakarta.

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merenovasi infrastruktur dan sarana prasarana di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Tepatnya, jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Presidensi Indonesia pada Oktober mendatang. Anggaran yang dialokasikan untuk renovasi di kawasan TMII sebesar Rp1,13 triliun. Proyek tersebut bakal selesai September ini.

"Seluruh kegiatan konstruksi untuk renovasi kawasan TMII dimulai sejak Januari 2022. Ditargetkan rampung pada September mendatang. Sehingga, dapat dimanfaatkan secara maksimal pada perhelatan KTT G20,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya PUPR Diana Kusumastuti dalam keterangan resmi, Senin (23/5).

Baca juga: Revitalisasi TMII, Alur Pedestrian Ditingkatkan

Renovasi yang dilakukan terhadap kawasan TMII meliputi beberapa jenis pekerjaan. Mulai dari penataan area gerbang utama, lalu renovasi joglo Sasono Utomo, Sasono Langgeng Budoyo dan Sasono Adiguno. Saat ini, progress-nya mencapai 19,69%.

Kemudian, renovasi area museum yang meliputi Museum Theater Garuda, Museum Telkom dan Museum Keong Mas yang perkembangannya mencapai 40,27%. Dilakukan juga penataan lanskap pedestrian anjungan, Kaca Benggala dan pembangunan community center yang fisiknya mencapai 39,60%.

Baca juga: Butet Kartaredjasa Berharap KSP Bantu Selesaikan Masalah Seniman

Lalu, penataan lanskap pulau di Danau Archipelago yang fisiknya mencapai 49,42%. Kemudian, dilakukan penataan Outer Ring TMI. Itu meliputi penataan halte, area parkir, serta gedung pengelola. Serta, adanya pembangunan gedung parkir bertingkat.

Kawasan TMII merupakan suatu kawasan taman wisata yang merangkum ragam budaya bangsa Indonesia. Dengan adanya renovasi jelang KTT G20, diharapkan dapat merepresentasikan keragaman dan kekayaan potensi daerah dan budaya di Indonesia.

Selain renovasi kawasan TMII, PUPR juga mendapat penugasan khusus. Itu meliputi penataan infrastruktur pendukung KTT G20 di Bali, penataan Kawasan Mandalika, serta persiapan ASEAN Summit di Tana Mori Labuan Bajo.(OL-11)

BERITA TERKAIT