20 May 2022, 15:46 WIB

Harkitnas, Momentum Perkuat Persatuan Bangsa


Indriyani Astuti | Megapolitan

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate

PERINGATAN Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan seremonial. Semangat organisasi pemuda pertama Boedi Oetomo, yang berdiri 114 tahun sebagai tanda pergerakan nasional, menurutnya masih relevan dengan saat ini.

“Di tengah krisis pandemi Covid-19 yang masih berlangsung serta kondisi ekonomi global dan geopolitik yang tidak stabil, momentum kebangkitan nasional patut dimaknai sebagai upaya kolektif bangsa untuk memperkuat persatuan bangsa,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate.

Hal itu ia sampaikan saat upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 secara virtual di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Jakarta, Jumat (20/5).

Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, menurut Menkompinfo ditandai dengan perbaikan penanganan pandemi Covid-19. Hal itu, ujar dia, ditandai dengan menurunnya jumlah kasus positif baru harian dan cakupan vaksinasi dosis kedua yang sudah mencapai 79% secara nasional.

Baca juga: Punya Rekam Jejak Apik, Erick Thohir Dinilai Berpeluang Lanjutkan Kepemimpinan Jokowi

Menurut Menkominfo, perbaikan penanganan pandemi dapat berimplikasi pada pemulihan perekonomian nasional serta diikuti dengan pertumbuhan di sejumlah sektor usaha yakni transportasi dan pergudangan, sektor jasa-jasa lain, serta sektor informasi dan komunikasi.

Presidensi Indonesia dalam KTT G20, ujar dia, menjadi momen yang memperkuat kebangkitan Indonesia di kancah global. Mengusung tema Recover Together, Recover Stronger, memberikan semangat baru dalam mewujudkan tatanan dunia yang memiliki kesejahteraan dan kemakmuran inklusif serta menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo berpesan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk turut berperan aktif dalam kebangkitan Indonesia. Hal tersebut diwujudkan dengan tegak lurus terhadap arahan pimpinan yang sesuai dengan visi misi Presiden dan Wakil Presiden.

“ASN harus selalu bersinergi dalam menjalankan tugas untuk mewujudkan target-target pembangunan, serta mengambil peran aktif dalam sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” ujar Tjahjo.

ASN, terang Tjahjo, harus setia pada Pancasila, tidak terlibat dalam organisasi terlarang, radikalisme negatif, dan intolerasi. (OL-4)

BERITA TERKAIT