17 May 2022, 14:44 WIB

Antisipasi Krisis Air, BPBD DKI Siap Aktifkan Tim Khusus Atasi Kekeringan


Hilda Julaika | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta akan mengaktifkan tim khusus apabila kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih terjadi di Jakarta. Untuk saat ini, BPBD DKI masih melakukan pemantauan perkembangan kondisi meteorologis jelang musim kemarau. 

“Tim khusus dapat sewaktu-waktu diaktifkan apabila terjadi kekeringan yang berdampak langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi antar OPD dan stakeholders terus kami perkuat dalam mengantisipasi hal tersebut,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, Selasa (17/5). 

Baca juga: UTBK-SBMPTN 2022, Peserta Keluhkan Sulitnya Soal Ujian

Untuk tahun ini, sambungnya, sebetulnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk wilayah spesifik Jakarta. Namun, apabila merujuk pada peringatan dini kekeringan meteorologis yang pernah dikeluarkan oleh BMKG pada tahun 2019, saat itu terdapat 15 kecamatan yang masuk ke dalam daerah rawan terjadi kekeringan. 

Ini terdiri dari Kecamatan Menteng, Gambir, Kemayoran, Tanah Abang di Jakarta Pusat. Lalu Kecamatan Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, Penjaringan di Jakarta Utara. Selanjutnya, Kecamatan Tebet, Pasar Minggu, Setiabudi di Jakarta Selatan. Serta Kecamatan Makasar, Pulogadung, Cipayung di Jakarta Timur.

“Selain itu, daerah-daerah yang belum terlayani oleh jaringan perpipaan air bersih juga perlu diwaspadai seperti di Kecamatan Jagakarsa, Pasar Minggu dan sebagian wilayah Kecamatan Pancoran dan Cilandak,” imbuhnya.

Adapun BPBD DKI tetap mengimbau warga Jakarta untuk menghemat air. Seperti dengan mematikan keran jika tidak dipakai; memastikan tidak adanya kebocoran pada peralatan pipa, keran dan penampungan air; bijak dalam penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga, hingga menampung air hujan. (OL-6)

BERITA TERKAIT