13 May 2022, 16:32 WIB

Waspada Wabah PMK, 60 Peternakan Sapi di Kota Tangerang Diperketat


Sumantri | Megapolitan

ANTARA FOTO/Fauzan
 ANTARA FOTO/Fauzan
Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang memeriksa kesehatan hewan sapi di salah satu lokasi peternakan di Periuk, Kota Tangerang

PEMERINTAH Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melakukan pengetatan dengan cara memeriksa kesehatan hewan di 60 peternakan yang tersebar di Kota Tangerang. Hal ini guna mengantisipasi merebaknya wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) pada hewan ternak.

"Pemeriksaan kesehatan PMK sapi ini sudah kami lakukan di 34 peternakan. Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan hingga semua peternakan atau lokasi penggemukan di Kota Tangerang dicek secara menyeluruh,” kata Kabid Pertanian pada DKP Kota Tangerang Ibnu Ariefyanto saat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan sapi di lokasi penggemukan di Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, Jumat (13/5).

Ibnu menjelaskan, meskipun sampai saat ini wabah tersebut belum ditemukan di Kota Tangerang, namun pihaknya harus mengantisipasi sejak dini. Dengan cara membentuk Tim Unit Respons Cepat PMK, mendistribusikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik hingga penguatan imun terhadap hewan ternak tersebut.

“Dalam waktu dekat, DKP juga akan mengumpulkan semua peternak di Kota Tangerang, untuk melakukan sosialisasi terkait penyakit PMK," imbuhnya.

Baca juga: Terdeteksi 169 Sapi di Bangka Sudah Terpapar PMK

Selain itu, lanjutnya, Pemkot Tangerang juga memperketat masuknya ternak sapi dari wilayah yang terdampak PMK. Namun demikian, Ibnu meminta kepada masyarakat agar tidak panik dengan adanya wabah PMK tersebut.

Karena, tambah dia, wabah PMK itu tidak menular kepada manusia dan daging hewan yang terjangkit masih bisa dikonsumsi asal melalui standar operasional prosedur yang benar. Salah satunya, memasak daging dengan bersih dan benar-benar matang.

Sementara itu, peternak sapi di Kelurahan Gembor, Sarjani mengatakan sudah tahu adanya wabah PMK di sejumlah daerah di Indonesia. Karena itu, ia berupaya untuk meningkatkan kebersihan lingkungan peternakannya dengan cara membuat kandang isolasi untuk sapi yang terindikasi sakit.

“Saya berkoordinasi terus dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, untuk memeriksa kesehatan hingga menyuplai vitamin dan obat-obatan untuk sapi-sapi saya,” katanya.(OL-5)

BERITA TERKAIT