10 May 2022, 11:48 WIB

Pemprov DKI Pantau Kenaikan Kasus Covid-19 Pascalibur Lebaran


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

 ANTARA FOTO/Galih Pradipta
  ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan kepada jurnalis. 

PEMPROV DKI Jakarta mewaspadai potensi kenaikan kasus covid-19 usai libur lebaran. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya akan memantau kenaikan kasus tersebut dalam waktu tiga pekan ini.

Dalam pemantauan tersebut akan ditentukan pula kebijakan yang akan diambil terhadap lonjakan kasus covid-19 yang terjadi.

Namun, untuk sementara ini, Jakarta akan tetap berada dalam PPKM level 2 seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Kita akan lihat dalam 2 atau 3 minggu ke depan. Tidak ada kebijakan khusus. Akan dilihat angkanya. Kebijakan kita sama," kata Riza di Balai Kota DKI, Senin (9/5) malam.

Kekhawatiran akan melonjaknya kasus covid-19 usai lebaran tentu ada. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana vaksinasi baru berjalan beberapa bulan pada 2021, tahun ini cakupan vaksinasi di Jakarta jauh lebih baik bahkan untuk vaksinasi penguat atau booster.

Baca juga: Pemprov DKI Berhati-hati Terhadap Hepatitis Akut Misterius

Vaksinasi ini diyakini dapat menekan laju keparahan gejala covid-19 dan membuat kekebalan komunitas sehingga warga lebih aman dari covid-19.

Di sisi lain, meskipun cakupan vaksinasi sudah baik, Riza tetap mengimbau agar warga taat pada protokol kesehatan. Sebab, tentunya masih ada warga yang masih belum divaksin karena sebab tertentu dan masih dalam kategori rawan terinfeksi covid-19.

"Harapan kita bersama setelah menerima vaksin dan melaksanakan prokes tidak dikuti dengan peningkatan penyebaran covid-19 di Jakarta yang disebabkan arus balik. Kita harapkan warga Jakarta yang mudik tidak membawa covid ke kampung halaman," tandasnya. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT