27 April 2022, 15:43 WIB

Hujan Satu Jam, Sejumlah Wilayah Depok Terendam Banjir


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

Antara
 Antara
Ilustrasi banjir yang melanda wilayah Citayam, Depok, Jawa Barat.

HUJAN deras mengguyur Kota Depok, Jawa Barat, sekitar satu jam. Buruknya drainase menyebabkan ruas jalan tergenang banjir.

Genangan terparah terlihat di Jalan Boulevard di Kelurahan Tirtajaya, lalu Jalan Tole Iskandar dan Simpangan Depok di Kelurahan Sukamaju.

Kemudian, banjir juga menyasar wilayah Jalan Raya Bogor, Jalan Jambore, Jalan Arief Rahman Hakim, hingga Jalan Margonda. Ketinggian genangan di lokasi tersebut mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Masduki, seorang pengendara motor, menyebut Jalan Boulevard mudah tergenang banjir setelah hujan deras. "Kawasan tersebut menjadi langganan genangan dan banjir setiap turun hujan. Lihat saja, hanya 1 jam hujan mengguyur, kawasan itu sudah tegenang," ujarnya, Rabu (27/4).

Baca juga: Digugat Warga Soal Banjir, PDIP: Anies Harus Evaluasi

Dia menilai kawasan tersebut mudah tergenang banjir, akibat buruknya sistem drainase. "Banyak sampah menimbun saluran air. Belum lagi lumpur tanah dan pasir yang tidak pernah dibersihkan. Itu yang mempercepat permukaan jalan tergenang," imbuh Masduki.

Pepen Sucipto, warga Jalan Jambore, Kelurahan Harjamukti, mengungkapkan dalam dua tahun terakhir, kawasan rumahnya kerap mengalami banjir setiap hujan deras turun. "Warga sekitar pernah mengusulkan kepada dinas terkait agar dibangun saluran air pada kiri dan kanan jalan," jelasnya.

Baca juga: Pembangunan Polder di 9 Lokasi Kunci Kendalikan Banjir Jakarta

"Namun, usulan itu tak dianggap. Tinggi air di sana mencapai 60 cm. Padahal, hujan turun hanya satu jam. Bagaimana kalau berjam-jam? Genangan air bisa 1 meter lebih," sambung Pepen.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kota Depok Arga Dharma Tubagus menekankan bahwa pihaknya rutin membersihkan sampah dan lumpur pada saluran drainase.

"Satgas kami setiap hari di lapangan mengangkat sampah, serta membersihkan gorong-gorong yang tersumbat tanah dan lumpur. Tetapi, masyarakatnya kurang disiplin," klaim Arga.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT