04 April 2022, 17:57 WIB

Disdik DKI Sebut PTM 100 Persen Lebih Aman Digelar Saat Ramadan 


Selamat Saragih | Megapolitan

Antara/Fakhri Hermansyah
 Antara/Fakhri Hermansyah
Ilustrasi PTM 100 Persen

KEPALA Sub Bagian (Kasubag) Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja, mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen lebih aman dilakukan saat bulan Ramadan. 

Sebab, para siswa tidak makan dan minum sehingga tidak perlu melepas masker yang bisa meningkatkan potensi penularan Covid-19. 

"Maka justru Ramadan yang paling aman tidak terjadi penularan," ujar Taga, di Jakarta, Senin (4/4). 

Meski begitu, pihaknya masih ada kekhawatiran para murid terpapar Covid-19 saat berada di luar lingkungan sekolah. 

Apalagi ada tradisi ngabuburit jelang waktu berbuka yang biasanya justru menimbulkan kerumunan. 

"Justru yang dikhawatirkan adalah masyarakat umum yang sore hari, ngabuburit pasti lebih banyak berkumpul," lanjutnya. 

Baca juga : SMPN 3 Tangerang Sambut PTM 100% dengan Prokes Ketat

Untuk mengantisipasi hal itu, dia mengimbau kepada wali murid untuk mengawasi anaknya saat berangkat dan pulang sekolah. 

Taga mengatakan, jangan sampai anak berkeliaran di tengah kerumunan yang bisa memicu terjadinya penularan virus korona. 

"Artinya yang perlu dikhawatirkan ketika pulang dari sekolah. Kepada orang tua agar selalu memantau putra-putrinya," pesan Taga. 

Sebagai informasi, PTM terbatas 100 persen di DKI Jakarta sudah dilaksanakan sejak 1 April 2022. 

Kebijakan PTM 100 persen ini sudah diterapkan di seluruh jenjang pendidikan mulai PAUD hingga SMA atau SMK. Meski demikian, waktu belajar anak dibatasi maksimal enam jam. (OL-7)

BERITA TERKAIT