02 April 2022, 17:15 WIB

PTM 100% di Jakarta Dimulai Senin Depan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/VICKY GUSTIAWAN
 MI/VICKY GUSTIAWAN
Siswa saat mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka di SDN Srengseng 05 Pagi, Jakarta.

KEPALA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengaku siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana penduduk prokes.

Persiapan sarana dan prasarana kini tengah dilakukan. PTM 100% akan dimulai pada Senin, 4 April usai libur awal Ramadan. “Setelah libur awal Ramadan kita akan kembali 100%," kata Nahdiana, Jumat (1/4).

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria menilai, meski angka penularan covid-19 telah jauh melandai pihak sekolah wajib mengantisipasi terjadinya penularan pada pelaksanaan PTM. Meski Komisi E melihat persiapan pelaksanaan PTM 100% di sejumlah sekolah sudah cukup baik.

“Kita lihat persiapan cukup baik, harapan kita prokes itu tetap dikedepankan,” ujarnya.

Iman menjelaskan, bukan tidak mungkin sekolah bisa ditutup kembali jika terjadi penularan, sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: DKI siapkan Sanksi Tegas bagi Pihak yang Mobilisasi Pengemis

“Karena itu, kita juga imbau kepada anak-anak untuk tetep menjaga prokes meskipun diluar sekolah seperti saat perjalanan pulang, jangan berkerumun. Takut jadi cluster baru,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi E Rany Mauliani. Selain para siswa yang wajib memperketat prokes, ia pun meminta agar sirkulasi udara dalam ruang kelas diperhatikan.

“Kami harap sekolah menjaga kredibilitasnya untuk tetap melaksanakan prokes secara ketat seperti memperhatikan sirkulasi udaranya,” ungkapnya.

Rany juga meminta Dinas Pendidikan untuk rutin mengevaluasi penerapan PTM 100% ini, apabila ada indikator yang menyatakan peserta didik ataupun warga sekolah yang terpapar diatas lima persen, maka harus ada tindakan tegas.

“Saya rasa kalau memang sampai 5% yang terkena harus jadi perhatian. Tapi kalau hanya terjadi satu, saya minta jangan ditutup. Rombelnya saja yang dievaluasi,” ucapnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT