31 March 2022, 09:40 WIB

SMA di Kota Depok PTM 100 Persen Usai Ujian Sekolah


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

dok.ant
 dok.ant
Sejumlah siswa melakukan peregangan ketika mengikuti pelajaran olah raga saat pembelajaran tatap muka di SMPN 26 Depok, Jabar.

PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) 100 persen SMA di Kota Depok siap dilaksanakan pasca ujian sekolah atau sekitar.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Depok Wawan Ridwan, mengatakan, PTM dengan kapasitas siswa 100 persen dilakukan setiap hari dengan durasi belajar maksimal enam jam per hari usai ujian sekolah.

Ketua MKKS yang juga Kepala SMA Negeri 2 Kota Depok tersebut menjelaskan, SMA dapat menerapkan PTM penuh karena Kota Depok berstatus PPKM level 2 menurut Inmendagri Nomor 67 Tahun 2021.

Sehingga, mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri terbaru, sekolah tatap muka penuh di SMA bisa diselenggarakan setiap hari dengan jumlah siswa 100 persen dari kapasitas ruang kelas.

Sekolah-Sekolah yang sudah bisa menjalankan pembelajaran dengan kapasitas tersebut adalah yang guru dan tenaga kependidikannya sudah mendapat vaksinasi dosis kedua.

"Guru dan tenaga kependidikan di semua level sekolah mayoritas sudah menjalani vaksin dosis kedua. Termasuk siswa-siswi sudah menjalankan hal serupa, " tegas Wawan,  Kamis (31/3).

Wawan melanjutkan, Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono dan Satgas Covid-19 Kota Depok sudah meninjau PPKM level 2 sekolah-sekolah SMA. "Pak Imam dan Satgas Covid-19 sudah melihat secara langsung sekolah-sekolah, beliau setuju PTM 100 persen, " tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris MKKS SMA Negeri Kota Depok Usep Kasman menjelaskan, situasi pandemi covid-19 yang kian membaik. "Jadi, tidak ada hambatan jika sekolah tatap muka penuh. Menurut Kemendikbud Ristek, pemulihan diperlukan akibat hampir dua tahun anak-anak tidak belajar sebagaimana mestinya," ujarnya.

Dengan dibukanya PTM secara penuh, dia juga meminta kepada seluruh guru, tenaga kependidikan dan siswa untuk taat terhadap protokol kesehatan (prokes). "Karena pandemi belum berakhir, maka prokes harus secara tertib dilaksanakan," tegas Usep.

Selain itu, lanjutnya, dalam pelaksanaan PTM, para guru, tenaga kependidikan dan siswa wajib untuk mencuci tangan sebelum dan setelah PTM berlangsung. Pada intinya, pelaksanaan PTM secara penuh diiizinkan, namun tetap melaksanakan disiplin prokes yang ketat.

"Sebelumnya seminggu satu kali. Setelah libur smester genap full," ujar Usep (OL-13)

Baca Juga: KASN Tinjau Proses Integrasi One Map Policy Data BPN dan Bapenda Tangsel

BERITA TERKAIT