24 March 2022, 14:00 WIB

Kurangi Pencemaran Air Tanah, Pemprov DKI Harus Perbanyak IPAL Komunal


 Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
Petugas Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta memeriksa Instalasi Pengolahan Air Limbah, Jagakarsa, Jakarta. 

PENGAMAT perkotaan Nirwono Joga mengatakan, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan oleh Pemprov DKI guna mengurangi pencemaran air tanah maupun air permukaan.

Di Jakarta pencemaran air tanah maupun air permukaan terjadi karena warga kerap membuang limbah domestik langsung menuju saluran air yang ada. Hal ini, kata Nirwono harus segera dikurangi dengan gerakan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

"Sosialisasi dan edukasi penghentian BAB di tempat terbuka/sembarangan dan gerakan pembangunan IPAL komunal di permukiman padat yang masih BAB di tempat terbuka untuk membebaskan kali/sungai dari pencemaran bakteri e-coli," kata Nirwono saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (24/3).

Dinas Sumber Daya Air DKI juga harus melakukan revitalisasi kepada waduk, situ, embung, dan kali agar bebas limbah serta bebas sampah."Setelahnya, ruang terbuka biru tersebut dapat menjadi tempat rekreasi warga," ujarnya.

Baca juga: Vaksin Booster DKI di Bawah 50%, DPRD: Ayo Kebut, Biar Warga Bisa Mudik

Dengan demikian, masyarakat akan sama-sama ikut mengawasi apabila terjadi pencemaran lingkungan di lokasi tersebut.

Pemprov DKI pun dapat terbantu dan segera bergerak apabila nantinya terjadi pencemaran lingkungan dari air limbah yang berasal dari berbagai sumber termasuk limbah domestik warga.

Sebelumnya, Direktur Utama PAL Jaya Aris Supriyanto mengatakan, air tanah dan air permukaan di Jakarta telah tercemar bakteri e-coli.

Guna mengurangi pencemaran ini, pihaknya melakukan serangkaian program di antaranya melakukan revitalisasi tangki septik warga serta membangun IPAL. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT