18 March 2022, 16:34 WIB

Wagub: KPK Sebut Potensi Kebocoran APBD DKI Jakarta Tinggi


Selamat Saragih | Megapolitan

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

WAKIL Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengajak seluruh pihak termasuk awak media untuk menjaga agar anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta tidak mengalami kebocoran. Ajakan itu berkaitan dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, menyebutkan potensi kebocoran APBD DKI Jakarta cukup tinggi.

"Mari kita sama-sama menjaga agar anggaran yang ada digunakan sebaik-baiknya," kata Riza saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (18/3).

Riza menambahkan, godaan untuk melakukan kecurangan di DKI Jakarta jauh lebih besar jika dibandingkan dengan daerah provinsi daerah lain di Indonesia yang APBD-nya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Pemprov DKI Jakarta.

Karena APBD DKI Jakarta, lanjut Riza lagi, jauh lebih besar jika dibandingkan daerah-daerah lainnnya di Indonesia.

"Ya mohon maaf di daerah yang anggarannya sedikit saja ada yang tergoda untuk korupsi, apalagi dengan anggaran yang besar seperti DKI Jakarta," ungkap Riza.

Riza ditanya tentang berapa oknum pejabat di lingkup Pemprov DKI dan jajaran terlibat korupsi dan dijawab.

Baca juga: Polisi Penembak Laskar FPI Divonis Bebas Karena Bertindak demi Pembelaan Diri

"Sejauh saya menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, belum ada pejabat Pemprov DKI yang terlibat dalam kasus korupsi.

"Alhamdulillah sejauh ini pejabat-pejabat di DKI Jakarta sepanjang yang saya tau selama saya menjabat di sini baik (tidak ada kasus korupsi)," kata Riza.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, Pemprov DKI Jakarta berpotensi besar mengalami kebocoran.

Pasalnya, APBD DKI Jakarta sangat besar karena setara dengan gabungan APBD Provinsi Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan lingkup pemerintahan yang jauh lebih kecil

"Potensi terjadinya kebocoran tentu saja ya dengan jumlah APBD yang besar itu juga tinggi," kata Alex.

Namun sebelumnya KPK mengungkapkan ada oknum pejabat Pemprov DKI mencairkan cek Rp35 miliar. (OL-4)

BERITA TERKAIT