17 March 2022, 13:35 WIB

Tak Anjurkan Segera 100%, DPRD DKI Minta PTM DKI Bertahap


Hilda Julaika | Megapolitan

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
 ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
 Ilustrasi pembelajaran tatap muka 

ANGGOTA Komisi E DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta tidak langsung mempertimbangkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%. Meskipun dalam aturan PPKM Level 2, Jakarta sudah dibolehkan membuka sekolah dengan kapasitas 100% tersebut. 

Rani menilai resiko paparan covid-19 saat ini masih besar. Selain itu, sekolah pun menjadi tempat yang beresiko di tengah penyebaran varian Omikron. 

Baca juga: Konvergensi Ikhtiar Media Group Network Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

“Kalau menurut saya perihal PTM memang sebaiknya diberi tahapan pelaksanaannya pelan-pelan hingga mencapai 100%. Meskipun sudah di PPKM level 2 tetapi resiko paparan masih tetap ada,” kata Rani kepada Media Indonesia, Kamis (17/3). 

Ia menyarankan agar pihak sekolah bertahap dalam melakukan PTM. Dengan melakukan evaluasi pelaksanaan PTM secara rutin di sekolah. Termasuk memastikan penerapan protokol kesehatan memang benar-benar baik dan ketat.

“Karena memang cuma itu yang dapat kita lakukan dalam hal pencegahan selain pelaksanaan vaksinasi atau pun booster,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kasubbag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja mengatakan saat ini Jakarta masih menerapkan PTM 50%. Namun, pihaknya mengakui jika penerapan PTM 100% akan diputuskan dalam pekan ini. 

"Saat ini sekolah hanya digunakan untuk yang ujian sekolah. Jadi kami pun masih fokus pada kelancaran ujian sekolah ini. Minggu ini insyaallah selesai. Nah, setelahnya barulah belajar mengajar seperti biasa PTM bagi kelas 1-5 SD, kelas 7-8 SMP, dan kelas 10-11 SMA/SMK," katanya, Selasa (15/3). (OL-6)

BERITA TERKAIT