03 March 2022, 06:41 WIB

SehatQ Gelar Sentra Vaksinasi Booster di ITC Kuningan


mediaindonesia.com | Megapolitan

Ist
 Ist
SehatQ berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dengan membuka sentra vaksinasi booster di ITC Kuningan, Jakarta.

STARTUP bidang health tech, SehatQ kembali berkomitmen dalam menyukseskan program vaksinasi covid-19 di Tanah Air. SehatQ telah ambil peranan dalam pelaksanaan sentra vaksinasi di berbagai daerah.

"Kami memberi dukungan teknis dalam pendaftaran peserta, dukungan medis lewat nakes sebagai vaksinator, memantau kesehatan peserta setelah vaksinasi dan dukungan kelengkapan sarana dan prasarana," kata Director of Corporate and Regulatory Affairs SehatQ, Pandu Budiarso dalam siaran pers, Kamis (3/3/22).

Pandu menambahkan, SehatQ  berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dengan membuka sentra vaksinasi booster bagi masyarakat 18 tahun ke atas di ITC Kuningan. Sentra vaksinasi itu juga didukung Sakatonik Activ D3-1000 dan Entrasol.

Meski menjadi sentra vaksinasi booster, lanjut Pandu, kegiatan tersebut juga menyasar masyarakat dewasa yang belum pernah mendapat vaksin atau sedang mencari vaksin dosis kedua. Jenis vaksin yang digunakan adalah Astrazeneca.

Dalam surat edaran bernomor HK.02.02/II/252/2022 yang dikeluarkan pemerintah, pemberian vaksin booster bertujuan untuk memperkuat sistem imun masyarakat. Hal itu menjadi penting ditengah merebaknya kasus infeksi varian Omikron.

Sementara itu Brand Manager Sakatonik Activ D3 1000, Sonny Rifendy menambahkan, keterlibatan Sakatonik Activ D3-1000 dalam program vaksinasi booster kali ini merupakan bentuk dukungan brand terhadap pemerintah dalam menghadapi pandemi.

"Kami ingin mengajak masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, menerima vaksinasi dan memenuhi kebutuhan asupan vitamin agar terhindar dari virus. Bila perlu mengonsumsi suplemen penambah daya tahan tubuh," tuturnya.

Pandu menambahkan, guna memberi pelayanan optimal dalam setiap program vaksinasi, nakes dari SehatQ menggunakan peralatan medis sekali pakai (consumable) dan menerapkan manajemen pengelolaan limbah vaksin sesuai peraturan Kementerian Kesehatan dan Badan Mutu Pelayan Kesehatan.

Yang tak kalah penting dari pelaksanaan program vaksinasi itu sendiri adalah langkah-langkah dalam mengelola limbah vaksin. Limbah tersebut berupa spuit dan jarum, sisa vaksin, botol atau ampul vaksin, kapas alkohol, masker dan sarung tangan medis, serta alat pelindung diri (APD).

"Semua limbah medis dikelola sesuai prosedur untuk mencegah penularan penyakit atau cedera, mencegah pencemaran lingkungan, maupun menghindari penyalahgunaan limbah," kata Pandu.

Aturan tersebut merujuk pada Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT