01 March 2022, 18:30 WIB

Empat Tahun Mandek, Normalisasi Ciliwung Dilanjutkan di Daerah Banjir


Selamat Saragih | Megapolitan

MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
 Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melakukan pengerukan menggunakan ekskavator di Kali Ciliwung, Banjir Kanal Barat.

KEPALA Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yusmada Faizal, memastikan program normalisasi Kali Ciliwung kini berjalan kembali. Namun normalisasi kali ini fokus hanya pada daerah pinggir sungai yang terdampak banjir. Jadi, bukan lagi pada panjang target yang harus dikerjakan yakni 33 kilometer.

"Pendekatannya bukan sepanjang itu. Kalau Kementerian PUPR itu spot daerah potensi daerah kritis itu, tujuh kelurahan yang menjadi prioritas ditangani di kawasan Ciliwung itu," kata Yusmada saat ditemui usai rapat kerja bersama DPRD DKI Jakarta, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (1/3).

Baca juga: Lestarikan Alam, UNJ Luncurkan Produk Jasa Wisata Ciliwung ...

Yusmada menyebutkan, pembebasan lahan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta berjalan pada tujuh kelurahan, tapi di dua kelurahan sudah selesai dilakukan pembebasan pada 2021.

Dua kelurahan yang pembebasan lahannya sudah rampung yakni Cawang dan Rawajati. Sementara lima kelurahan lainnya yakni Kebon Baru, Manggarai, Pengadegan, Bidara Cina dan Kampung Melayu belum.

"Tadi saya laporkan yang di Cawang kita bebaskan, kita mulai normalisasi dengan Kementerian PUPR," ujar Yusmada.

Dia menambahkan, kendala normalisasi Kali Ciliwung masih sama dari tahun ke tahun yakni proses administrasi. Banyak warga yang keberatan lahannya digunakan untuk normalisasi membuat proyek penanganan banjir Jakarta tersebut berjalan lambat. "Banyak yang keberatan itu kan butuh waktu, butuh proses," ujar Yusmada.

Untuk diketahui, proyek normalisasi Kali Ciliwung merupakan proyek penanggulangan banjir yang dicetuskan pada masa Gubernur DKI, Fauzi Bowo, saat banjir besar melanda Jakarta pada 2012. (Ssr/A-1)

BERITA TERKAIT