01 March 2022, 14:17 WIB

Dukung Penurunan Karbon, Anies Pamerkan Elektrifikasi Bus TransJakarta


Hilda Julaika | Megapolitan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
 ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Transjakarta bus listrik

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan terkait implikasi elektrifikasi armada TransJakarta ke depan untuk mempercepat visi dalam mewujudkan mobilitas bersih di Jakarta.

Pemprov DKI juga berkomitmen mengalihkan armada TransJakarta ke bus listrik. Sebagai awalan, akan dilakukan implementasi 100 bus listrik pada trayek TransJakarta eksisting untuk program percontohan.

Sebelumnya, Pemprov DKI berupaya melakukan serangkaian pra-uji coba untuk beberapa model bus listrik yang merupakan langkah penting untuk mengevaluasi kinerja armada sebelum menerapkannya dalam skala besar. Ke depan, TransJakarta akan mengganti separuh armada busnya menjadi armada listrik, secara bertahap sebelum tahun 2025.

“Implementasi armada bus listrik merupakan salah satu tindakan nyata kami untuk mendukung Program Percepatan Kendaraan Listrik Berbaterai Pemerintah Indonesia untuk Transportasi Jalan. Dengan mengalihkan armada angkutan umum kami ke kendaraan listrik dan mendorong orang untuk menggunakan angkutan umum, kami berharap dapat mencapai peningkatan kualitas udara dan manfaat kesehatan yang lebih baik,” kata Anies di Jakarta E-Mobility Event, Selasa (1/3).

“Pengenalan kendaraan listrik sebagai armada transportasi umum juga akan memungkinkan warga merasakan manfaat menggunakan teknologi baru. Sehingga, momentum pembaruan armada TransJakarta menjadi kendaraan listrik juga akan meningkatkan tingkat pelayanan transportasi umum,” lanjutnya.

Baca juga: Damri Uji Coba Bus Listrik ke Bandara Soekarno-Hatta

Guna mencapai implementasi elektrifikasi TransJakarta, Pemprov DKI juga membuka ruang-ruang kolaborasi ke depannya. Sehingga, seluruh masyarakat dapat terlibat dalam transformasi transportasi umum ini.

“Kami menyadari jalan menuju implementasi angkutan umum listrik memiliki banyak tantangan yang harus diatasi. Oleh karena itu, kami membuka ruang-ruang kolaboratif dengan berbagai unsur, seperti Pemerintah Pusat, mitra internasional, dan kolaborator. Jakarta menyambut baik potensi kolaborasi ini,” ungkapnya.

Anies juga menegaskan komitmen yang saat ini dikerjakan Jakarta untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 30% hingga 50% pada tahun 2030 dan mencapai emisi nol pada tahun 2050.

Komitmen ini juga tercantum melalui Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon Jakarta. Salah satu aksi iklimnya adalah memulai mobilitas yang berkelanjutan melalui sistem transportasi terintegrasi.(OL-5)

BERITA TERKAIT