26 February 2022, 19:15 WIB

Pengelola RPH Sebut Harga Daging Sapi Mahal Karena Lonjakan Harga Pakan Ternak 


Selamat Saragih | Megapolitan

Antara/Raisan Al Farisi
 Antara/Raisan Al Farisi
Pedagang menyiapkan daging sapi

PENGELOLA usaha rumah potong hewan (RPH) Tunas Karya, Muhammad Ade Suwandi, memaklumi alasan para pedagang di Tangerang Selatan yang menjual harga daging sapi dari semula Rp110.000 menjadi Rp130.000 per kilogram (kg). 

"Benar untuk harga jual pasar naik dari awal Rp110.000 per kg. Dampaknya tentu mengalami kenaikan sekarang jadi Rp130.000 per kg," ujar Wandi sapaan akrab Muhammad Ade Suwandi itu saat dihubungi, Sabtu (26/2). 

Alasan kenaikan harga itu, ujarnya, terjadi dari RPH ditambah dengan biaya operasional lainnya. 

Seperti biaya jasa angkut, biaya jasa karyawan untuk mencacah daging sapi dan biaya prosedural lainnya. 

"Kalau ditotal bisa mencapai Rp125.000 per kg untuk modalnya saja. Mau apa tidak mereka (pedagang) jual harga Rp130.000 per kg," lanjutnya. 

Baca juga : Polres Jaksel Gagalkan Distribusi 26 Ton Liter Minyak Goreng Ilegal

Dia menuturkan, harga jual daging sapi karkas (sapi yang sudah dipotong RPH) kepada pedagang saat ini mencapai Rp107.000 hingga Rp110.000 per kg. 

Harga tersebut naik Rp5.000 sejak dua minggu lalu dari sebelumnya hanya Rp102.000 hingga Rp105.000 per kg. 

Padahal, sebelum pandemi Covid-19 harga daging sapi karkas masih Rp85.000 per kg. Harga kemudian terus mengalami kenaikan hingga saat ini. 

Sebagai Komisaris Utama pabrik pakan ternak PT WIN AGRI JAYA, Wandi juga membeberkan awal mula alasan harga jual RPH kepada pedagang daging sapi naik. 

Hal itu disebabkan kenaikan harga pakan ternak yang berakibat pada naiknya biaya perawatan sapi. (OL-7)

BERITA TERKAIT