22 February 2022, 11:51 WIB

PSI Ingatkan Anies Soal Tingginya Kasus DBD


Hilda Julaika | Megapolitan

ANTARA/Asprilla Dwi Adha
 ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Petugas melakukan pengasapan (fogging) di Permukiman warga di Gandaria, Jakarta Timur.

ANGGOTA Komisi E DPRD DKI dari Fraksi PSI Idris Ahmad mengatakan angka kasus Demam Berdarah (DBD) di DKI Jakarta sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus memberikan perhatian khusus terhadap isu tersebut.

"Kami lihat tingginya kasus DBD di DKI Jakarta, sebanyak 777 kasus hanya dalam waktu enam minggu dari Januari hingga 14 Februari 2022. Jakarta Barat paling parah, terus Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Ini perlu tinjauan langsung dari Gubernur Anies. Kami ingin beliau husnul khotimah, baik di akhir masa jabatan," kata Idris dalam keterangannya, Selasa (22/2).

Idris meminta agar Pemprov DKI Jakarta memperkuat tenaga kesehatan di setiap Puskesmas. Hal itu penting bebannya sudah sangat tinggi. Dia mengatakan keterlibatan masyarakat merupakan faktor yang sangat krusial.

Baca juga: Dalam Sepekan, DBD Melonjak 3 Ribu Kasus

"Petugas Puskesmas bersama kader jumantik perlu lebih aktif edukasi gabungkan dengan giat promosi prokes covid-19. Terus, insentif kader jumantik pastikan turun tepat waktu dan naikan bagi yang berkinerja baik. RT dan RW dorong untuk giatkan kembali kerja bakti pastikan juga OP RT/RW tepat waktu banyak yang bisa dikerjakan asal punya keberpihakan," tambahnya.

Idris meminta agar Pemprov DKI dapat bergerak lebih cepat dalam pencegahan DBD. Dia mengatakan curah hujan yang masih tinggi selama beberapa minggu kedepan.

"Covid-19 masih bahaya, naik angkanya pada varian baru ini. Ditambah lagi, curah hujan makin makin beberapa waktu ini. Kami takut kita tidak siap. Tenaga kesehatan kita kewalahan bahkan jatuh sakit. Kita harus punya rencana, jangan sudah jatuh, baru kita salah salahan. Dari sekarang, kita harus bersiap," tutup Idris. (OL-1)

BERITA TERKAIT