16 February 2022, 19:32 WIB

Jakarta Diklaim sudah Lewati Puncak Gelombang Omikron


Selamat Saragih | Megapolitan

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Layar monitor berisi himbauan terkait Covid-19 varian Omikron terpasang di salah satu gedung kawasan Semanggi, Jakarta, Senin (7/2/2022). 

DKI Jakarta disebut telah melewati puncak gelombang omikron. Hal itu ditandai dengan menurunnya jumlah kasus harian di Ibu Kota.

Tercatat kasus harian di Jakarta telah mencapai angka 15.825 orang pada 6 Februari 2022. Angka itu merupakan jumlah kasus harian tertinggi Jakarta pada masa pandemi covid-19. Jumlahnya pun melebihi puncak kasus saat gelombang delta.

Baca juga: Panduan Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh dari Isolasi Mandiri 

Kini kasus harian mulai turun ke angka 10 ribu orang. Pada Selasa (15/2/2022), kasus harian turun ke angka total 9.482 orang.

”Menteri Kesehatan memberikan sinyal Jakarta sudah melewati masa titik puncaknya. Sekarang, sudah akan mulai melandai,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, di Kantor DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/2/2022).

Pria yang sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan itu juga menyoroti keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di rumah sakit yang mengindikasikan keparahan penyakit.

Pemprov DKI Jakarta melaporkan, BOR di sebanyak 140 rumah sakit rujukan covid-19 per Minggu (13/2) mencapai 59% atau 3.964 kasur dari total 6.697 kasur yang tersedia. Lalu, angka keterisian tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) mencapai 46%  karena 402 kasur dari total 875 kasus yang tersedia terisi.

Pada akhir Mei 2021, saat kasus aktif positif covid-19 di Jakarta di atas 10 ribu, BOR pernah menyentuh 78% dengan 5.752 kasur dari 7.341 kasur yang terisi. BOR ICU juga pernah menyentuh 71% karena 773 dari total 1.086 kasur terisi.

”Sekarang ternyata BOR-nya kecil, tingkat kematian juga kecil. Semuanya itu masih terkendali, tidak seperti waktu kasus delta,” ujar Isnawa.

Baca juga: Jakpro Optimistis Trek Sirkuit Formula E Selesai April

Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI masih akan mengantisipasi penambahan kasus positif dengan menyediakan lokasi isolasi terkendali (isoter) untuk pasien positif tanpa gejala.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, pihaknya menyediakan enam lokasi isoter. Lokasinya adalah di Cik’s Mansion di Jakarta Pusat, Graha Wisata Ragunan di Jakarta Selatan, dan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. (Ssr/A-3)

BERITA TERKAIT