09 February 2022, 14:03 WIB

Anies: PPKM Level 3 Bentuk Intervensi Pemerintah Hadapi Gelombang Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/VICKY GUSTIAWAN
 MI/VICKY GUSTIAWAN
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

JUMLAH penularan covid-19 dari hari ke hari semakin meningkat. Pemprov DKI Jakarta pun berupaya untuk mempertahankan standard tinggi testing covid-19 di Ibukota guna mengidentifikasi dan mengendalikan kasus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan jumlah testing PCR covid-19 di Jakarta kini sudah mencapai 30-40 kali lipat dari standard WHO. Jumlah ini masih ditambah dengan tes antigen yang juga tidak kalah tingginya.

"Tapi dengan tes setinggi itupun angka positivity rate di Jakarta sepekan terakhir ini sudah mencapai angka 22,6%. Ini jauh di atas rekomendasi WHO yang dikatakan aman yaitu 5%. Artinya jumlah tes yang tinggi masih kalah cepat dengan pertambahan kasusnya demikian pula dengan tracingnya," kata Anies dalam video yang diunggahnya di akun Instagram @aniesbaswedan pada Selasa (8/2).

Untuk membantu Jakarta serta beberapa wilayah lainnya yang mengalami peningkatan kasus covid-19, pemerintah pusat pun melakukan intervensi dengan menetapkan status PPKM level 3.

Baca juga: Bandung Raya PPKM Level 3, Pengawasan Tempat Wisata Diperketat

Dalam status ini, perkantoran yang bergerak di sektor non esensial maupun non kritikal kembali diharapkan untuk menerapkan WFH hingga 75%.

"Artinya harus ada intervensi yang dilakukan dan intervensi ini dengan melakukan pembatasan mobilitas yang biasa kita kenal PPKM dan levelnya adalah level 3 sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah pusat. Karena itu kantor non-esensial diharapkan kembali menerapkan WFH dan hanya 25% saja yang berkerja dari kantor," ujarnya.

Pembatasan kapasitas pada pembelajaran tatap muka (PTM) juga kembali dilakukan yakni hanya sebanyak 50% siswa belajar di sekolah. Tempat-tempat publik juga dikurangi kapasitasnya. Ke depan, Anies berharap terdapat pengetatan protokol kesehatan di seluruh tempat.

"Utamanya penggunaan masker dan check in PeduliLindungi di tempat umum. Jangan lagi ada pengabaian untuk penggunaan masker dan check in PeduliLindungi," kata Anies.

"Kita akan rutin melakukan pemeriksaan dan mengingatkan bila Anda datang ke sebuah tempat pilih untuk check in lewat PeduliLindungi. Bila Anda melihat tidak ada fasilitas itu jangan masuk dan laporkan ambil sikap bertanggungjawab," tuturnya.

"Dan bila kita menyaksikan sebuah tempat sudah penuh hindari untuk masuk. Jauhi, kenapa? Karena Omicron ini mudah sekali menular dan potensi itu harus kita hindari," tegas Anies. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT