03 February 2022, 21:05 WIB

Polda Metro Kuak Pembuatan Hasil Swab Palsu, Klinik Ibuku Sampaikan Apresiasi


Mediandonesia.com | Megapolitan

Dok.ist
 Dok.ist
Sultan Sapta selaku Founder Klinik Ibuku mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya. 

Kebutuhan masyarakat terhadap hasil alat tes swab COVID-19, membuat beberapa orang tidak bertanggung jawab melakukan kecurangan guna mendapatkan keuntungan diri sendiri.

Sultan Sapta selaku Founder Klinik Ibuku mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya dalam menguak kasus pemalsuan alat swab COVID-19. Tertangkapnya para oknum tersebut, menjadi langkah positif bagi hasil tes swab Indonesia.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak Polda Metro Jaya atas penangkapan para oknum tidak bertanggung jawab yang memalsukan hasil alat tes COVID-19 PCR ini, terlebih Indonesia di tengah pandemi Omicron ini,” kata  Sultan Sapta, di Jakarta, Kamis (3/1).

Sultan sangat menyangkan bahwa di tengah pandemi ini masih saja banyak orang yang tidak bertanggung jawab dan menyalahgunakan tugasnya demi uang semata, padahal pemerintah sudah memberikan bonus untuk para tenaga kesehatan.

Yang ditakutkan, kata Sultan, kepercayaan masyarakat terhadap klinik malah berkurang, dan menyebabkan pandemi terus berlanjut karena penipuan hasil PCR yang bisa merugikan banyak pihak.

“Kalau saya lihat, yang rugi bukan hanya korban, tetapi pemerintah dan masyarakat karena karena perbuatan iknum ini, yang membuat pandemi di Indonesia, terus tetap berlajut,” tambah Sultan.

Pengusaha Bisnis Kesehatan termuda ini juga menghimbau kepada semua para tenaga kesehatan untuk menjadi jujur dan terus menjunjung kepentingan bersama. Dan tak lupa juga untuk tetap menjaga prokes.   

Hal serupa juga diucapkan oleh Haikal Anies salah satu founder Klinik Ibuku juga mengatakan, bahwa dirinya sangat menghargai kerja keras Polda Metro Jaya dalam menguak tersangka ini.

"Omicron Lagi naik gini, malah ngambil kelakuan yang tidak sesuai," kata Haikal Anies dalam kesempatan yang sama.

Haikal juga menyayangkan beberapa pihak klinik yang tidak profesional dalam menjalani tugasnya, sehingga  orang yang negatif bisa dikatakan positif. Ia menganjurkan kepada masyarakat untuk memilih klinik dengan orang-orang yang sudah profesional.

Polda Metro Jaya menangkap 3 pemalsu hasil swab PCR. Ketiganya yakni EAD, MAIS dan MFA mengaku telah memalsukan surat swab PCR dengan mengedit fle pdf surat PCR berkop surat PT Bumame Farmasi.

Ketiganya menggunakan surat PCR palsu itu untuk terbang ke Bali. Setelah berhasil lolos dari pemeriksaan Bandara Soekarno-Hatta, tersangka MFA kemudian mempromosikan 'jasa swab PCR' melalui akun Instagramnya. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT