02 February 2022, 15:29 WIB

Cegah Covid-19, Pemkot Bekasi Lakukan Tracking Swab di Stasiun Bekasi


Rudi Kurniawansyah | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Stasiun Bekasi bakal Direvitalisasi Jadi Stasiun Modern.

DALAM upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melakukan tracking melalui swab antigen dan PCR di Stasiun Bekasi. 

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono turut monitoring secara langsung kegiatan tersebut. Tri mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk memastikan pengguna jasa kereta dan commuterline dalam keadaan baik dan tidak terjangkit Covid-19.

SBaca juga: Bacok Karyawan RS Carolus, Pelaku Sakit Hati karena Dipecat

"Pasalnya banyak warga Bekasi yang bekerja di Jakarta menggunakan moda transportasi commuterline. Maka dari itu, sebagai upaya pencegahan, Pemerintah Kota Bekasi melakukan Tracking, Tracing, dan Treatment kepada para pengguna jasa commuterline untuk memastikan mereka dalam keadaan baik-baik saja," kata Tri, Rabu (2/2).

Dijelaskannya, jika ada calon penumpang yang reaktif Covid-19, maka Dinas Kesehatan melakukan tindakan rujukan tes swab PCR di RSUD atau di puskesmas terdekat dengan domisili yang bersangkutan. Selanjutnya, akan dilakukan penentuan tindakan apakah pasien tersebut akan melakukan perawatan di RSUD Kota Bekasi atau cukup dengan isolasi mandiri.

“Apabila diketahui statusnya reaktif Covid-19 maka kita bawa ke rumah sakit rujukan untuk tes swab PCR, apabila positif kita akan tentukan tingkat keparahannya, apakah harus dirawat di RSUD apakah cukup dengan isolasi mandiri," ungkap Tri.

Ia menambahkan, dalam kegiatan itu Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyiapkan 200 paket swab antigen pada kegiatan tersebut. Tri memastikan tracking tersebut berjalan dengan lancar. Pengetatan protokol kesehatan (Prokes) pun dilakukan kepada setiap pengguna jasa angkutan kereta dan commuterline di Stasiun Bekasi. Para petugas melakukan pengecekan suhu, pemeriksaan sertifikat vaksin dosis 1, 2, dan booster, dan pemeriksaan swab antigen.

Dalam kegiatan itu, Pemkot Bekasi menerjunkan 2 mobil combat PCR Covid-19 dan 7 petugas. Tes tersebut untuk mendeteksi penumpang yang terinfeksi Covid-19. Sebelum tes swab, pengguna commuterline diminta untuk memberikan data. Lalu para petugas langsung melakukan tes antigen. Jika ditemukan reaktif, peserta tersebut langsung diarahkan untuk melakukan tes swab PCR. Peserta tes antigen akan diizinkan berangkat ke Jakarta apabila hasil tesnya non reaktif.(OL-6)

BERITA TERKAIT