01 February 2022, 19:16 WIB

Warga Bojong Koneng tidak Ingin Diseret di Kasus Sengketa Tanah


Mediaindonesia.com | Megapolitan

MI/Eva Pardiana
 MI/Eva Pardiana
Ilustrasi. Petani memanen sebagian kebun sawi miliknya

SEJUMLAH warga dari Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mendatangi Kantor Sentul City di TMO Tower untuk menyampaikan keluhannya.

Warga tersebut merasa terusik lantaran namanya dicatut oleh orang luar desa terkait sengketa tanah antara warga luar desa yang mengeklaim sebagai pemilik tanah dengan PT Sentul City Tbk (Sentul City), pemegang sah sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dari BPN Kabupaten Bogor.

"Untuk lahan warga asli Bojong Koneng tidak ada masalah dan tidak ada yang di gusur karena sejak awal belum ada permasalahan. Kalaupun ada masalah yang ramai itu bukan warga asli," kata Lukman, 30, salah satu warga asli Bojong Koneng seusai bertemu Solihin, perwakilan Sentul City, akhir pekan lalu.

Lukman meminta agar warga jangan diseret dalam kasus sengketa tanah dengan Sentul City. Ia juga menekankan bahwa warga asli Bojong Koneng tidak mau di jadikan bemper atas nama para penggarap berdasi. Karena selain nama warga asli dicatut, nama baik Desa Bojong Koneng ikut tercoreng karena dianggap selalu berkonflik.

“Jangan usik kami, kami ingin tenang. Kami tidak mau di dibawa kepermasalahan orang lain,” ujarnya.

Lukman mengharapkan semua pihak dapat menjaga iklim yang kondusif di Desa Bojong Koneng. Dia juga meminta orang-orang luar wilayah yang menguasai tanah garapan jangan lagi bikin kegaduhan.

“Selesaikan melalui jalur hukum. Jangan bawa-bawa warga asli lagi  sebagai tameng. Jangan bawa massa dari luar dan jangan bawa ke ranah politik,” kata dia.

Senada dikatakan Haji Badru, 60, warga RT 01/RW 03, Kampung Sudi, Desa Bojong Koneng. Petani sayuran yang sudah 20 tahun memanfaatkan tanah dengan status pinjam dari Sentul City itu mengaku tidak pernah punya masalah dengan pemilik lahan.

"Saya menggarap, meminjam lahan dari Sentul City siap mengikuti aturan di sana. Kalaupun lahan yang saya garap diambil, saya diberikan kembali lahan oleh Sentul untuk bertani, walaupun pindah lokasi. Saya telah diuntungkan dengan peminjaman lahan ini. Banyak warga disini yang menggarap lahan milik Sentul City dan kami bersyukur masih bisa memanfaatkan lahan untuk bertani di sini,” ungkapnya.

Badru mengatakan, kalaupun Sentul City akan mengambil lahan yang digarap, warga pasti akan menyerahkan lahan itu. “Yang ribut ribut itu kan orang luar Bojong Koneng. Orang sini tidak ada masalah. Jangan tarik tarik warga asli ke masalah mereka dong,” ujarnya.

Adapun, Hasan, 45, warga Kampung Gunung Batu, Desa Bojong Koneng, mengaku mendapat pinjaman lahan dari Sentul seluas 200 meter persegi yang dimanfaatkan untuk usaha warung kecil-kecilan.

Hasan bersama warga lainnya mengaku sangat terbantu atas pinjam pakai lahan dari Sentul City sehingga bisa membuka usaha walaupun dan hanya mampu untuk menopang kehidupan sehari-hari. Ketika warga dipinjamkan lahan, jelas Hasan, di situ ada perjanjian kerja sama dengan pihak Sentul City.

"Ada perjanjiannya setiap satu tahun sekali untuk peminjaman ini. Kami hanya menggunakan lahan saja. Apabila nanti pihak Sentul akan mengambil lahan ini, ya silakan saja." (J-2)

BERITA TERKAIT