27 January 2022, 15:05 WIB

Kasus Aktif Covid-19 Meningkat, Kegiatan Ibadah di Kota Bekasi Dibatasi


Rudi Kurniawansyah | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Umat Katolik mengikuti ibadah Misa Minggu di Gereja Katedral, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (31/5). 

PELAKSANA Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengimbau kegiatan ibadah kembali dibatasi. Sedangkan hajatan atau kegiatan masyarakat yang mengundang banyak orang diberhentikan untuk sementara guna menghindari lonjakan kasus positif Covid-19. 

"Selain itu, perlu dilakukan monitoring di sekolah-sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM)," kata Tri, Kamis (27/1).

Baca juga: Siswa Positif Covid-19, SMPN 98 Hentikan Belajar Tatap Muka

Dijelaskannya, langkah itu dilakukan setelah menggelar rapat koordinasi bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki dan Komandan Kodim (Dandim) 0507/Bekasi Kolonel Arm Iwan Apriyanto. Rapat itu diikuti seluruh camat, lurah, dan kepala puskesmas serta para Kapolsek dan Babinsa yang berada di wilayah masing-masing.

Tri mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, pada 25 Januari 2022 kasus aktif terus meningkat hingga mencapai 1.105 jiwa. Terjadi lonjakan sebanyak 315 kasus aktif baru dalam sehari dari sebelumnya sebanyak 790 kasus. 

"Dilaporkan bahwa Covid-19 varian Omikron memiliki daya tular lima kali lipat dari varian Delta, tanpa gejala, dan penularan bisa sampai 40 jiwa dalam waktu singkat. Karena itu, pimpinan wilayah berkoordinasi dengan tiga pilar wilayah untuk terus melakukan sosialisasi pengetatan kembali protokol kesehatan," ujarnya.

Tri meminta Camat dan Lurah tetap melakukan percepatan vaksinasi di wilayah masing-masing agar warga sudah terjamin dari vaksin maupun vaksin booster. Saat ini, kelurahan dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi di Kota Bekasi antara lain Kelurahan Pekayon Jaya, Kelurahan Pejuang, Kelurahan Jatirahayu, dan Kelurahan Jatisampurna.

Ia mengharapkan, Satpol PP Kota Bekasi dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi juga melakukan optimalisasi pembatasan kegiatan masyarakat di sarana dan prasarana umum. Seperti pemadaman lampu di area taman-taman untuk mencegah terjadinya kerumunan warga. 

Sementara Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki mengatakan, Satgas Covid-19 yang masih berjalan melakukan sosialisasi penegakan protokol kesehatan (Prokes) agar terus berkoordinasi dengan RW di wilayahnya masing-masing. Penegakan prokes di daerah rawan seperti mall, pasar, dan taman dilakukan secara humanis dan kooperatif.

Senada dengan itu, Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Iwan Apriyanto mengatakan, perlu dilakukan upaya preventif penekanan kasus Covid-19 di pusat-pusat keramaian. Ia pun berharap camat dan lurah dapat berbagi data kasus Covid-19 dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

”Kami berharap Pemkot Bekasi selalu memberikan data kasus Covid-19 agar kami yang di lapangan mengetahui lonjakan kasus yang aktif ada di daerah mana saja,” pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT