27 January 2022, 08:40 WIB

8 Sekolah di Kota Depok Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

Ant/Aprilia Dwi A
 Ant/Aprilia Dwi A
Petugas Damkar menyemprotkan cairan disinfektan di ruang pelayanan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). 

DELAPAN sekolah dan dua kantor pemerintah di Kota Depok, Jawa Barat terpaksa ditutup sementara akibat kasus covid-19. Terdiri dari enam sekolah umum dan dua sekolah boarding. Sedangkan dua kantor pemerintah yang juga terpaksa tutup sementara yakni, Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok serta Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).

Juru bicara Pemerintah Kota Depok untuk covid-19, Dadang Wihana mengatakan ditutupnya delapan sekolah dan dua kantor pemerintah, karena melonjaknya kasus covid-19 di Kota Depok.

"Naiknya kasus covid-19 di Kota Depok akibat meningkatnya kasus covid-19 di wilayah Jabodetabek. Jika Jabodetabek naik pasti akan berpengaruh ke Kabupaten/Kota lain, " kata Dadang, Kamis (27/1).

Dadang mengaku, pihaknya belum bisa memastikan apakah lonjakan itu termasuk varian Delta atau Omikron, karena sample masih dikirim ke pusat. Hasilnya baru bisa diketahui sekitar sepekan.

"Kami belum bisa pastikan varian Delta atau Omikron. Sebab kami masih menantikan hasil whole genom sequencing (WGS) yang saat ini kami kirim samplenya ke pusat. WGS adalah untuk memeriksa varian Delta maupun Omicron, " sebutnya.

Saat ini, sebut dia, terjadi 248 kasus harian covid-19 di Kota Depok. Kasus harian tersebut merupakan yang tertinggi selama pekan ini.

Dengan tingginya kasus penularan virus covid-19, bisa mempengaruhi level covid-19 Kota Depok dari level 2 naik ke level 3.

"Sangat mungkin terjadi perubahan level. Karena positivity rate naiknya drastis dari 1,03 ke 4,3," tegasnya.

Ditegaskan, jika nanti terjadi perubahan level maka akan dilakukan penyesuaian kebijakan, yakni kembali dilakukan pengurangan pembelajaran tatap muka dari 100 persen menjadi 50 persen.

Begitu juga aturan pembatasan di pusat perbelanjaan atau Mal, anak-anak tidak dibolehkan lagi masuk.

" Kalau level 3, kapasitas PTM akan menjadi 50 persen. Lalu kemudian, pusat perbelanjaan dibatasi kembali. Anak-anak tidak bisa masuk lagi sebagaima ketentuan PPKM, " pungkas Dadang. (OL-13)

Baca Juga: Pemprov DKI Optimistis Pembangunan Sirkuit Formula E Tepat Waktu 

BERITA TERKAIT