24 January 2022, 23:42 WIB

Pemprov DKI Tambah Lokasi Vaksinasi Booster


Ant | Megapolitan

Antara
 Antara
Ilustrasi

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan akan menambah lokasi vaksinasi untuk mempercepat penyaluran booster ini sesuai dengan rencana Kementerian Kesehatan yang akan mempercepat vaksinasi COVID-19 dosis ketiga di Jakarta.

"Saat ini boosternya sudah diterima 296.486 orang, tentu nanti kami upayakan selain tempat-tempat yang sudah ada, akan kami lakukan peningkatan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (24/1).

Peningkatan tersebut, kata Riza, dilakukan oleh pihaknya sambil menunggu dan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat.

Riza juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat siap untuk melakukan vaksinasi booster dengan mengacu pada vaksin dosis satu dan dua yang bisa memberikan pada lebih dari 100 ribu orang per hari.

"Prinsipnya Jakarta siap, kemarin ketika vaksin satu dan dua, sehari bisa 100 ribu, 150 ribu bahkan sampai 200 ribu, kami bisa. Tidak usah khawatir kesiapan fasilitas, dukungan tenaga kesehatan di Jakarta siap," katanya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI akan mempercepat vaksinasi booster atau dosis penguat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) untuk mengantisipasi penularan Omicron yang tergolong cepat.

"Selain protokol kesehatan dan surveilans juga dipastikan bahwa semua rakyat Jabodetabek akan dipercepat vaksinasi boosternya agar mereka siap kalau nanti gelombang Omicron itu naik secara cepat dan tinggi," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Rapat Terbatas tentang Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta, Minggu (16/1).

Percepatan vaksinasi itu dilakukan agar masyarakat di wilayah tersebut siap jika terjadi gelombang Omicron yang kemungkinan jumlah kasusnya bisa naik secara cepat dan tinggi.

Menkes Budi menuturkan sebagian besar atau lebih dari 90 persen transmisi lokal varian Omicron akan terjadi di DKI Jakarta, sehingga perlu mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus di Jakarta yang bisa berdampak ke daerah sekitarnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT