23 January 2022, 18:00 WIB

Jakarta Jadi Pusat Bisnis Usai Ibu Kota Baru Rampung, Pakar : Permasalahan Laten Jakarta Harus Selesai 


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Antara/Sigid Kurniawan
 Antara/Sigid Kurniawan
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta

JAKARTA akan melepas status ibukota dalam waktu beberapa tahun mendatang setelah ibukota Indonesia berpindah ke wilayah Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang diberi nama Nusantara oleh Presiden Joko Widodo. 

Pemerintah pusat pun tak melepas begitu saja kondisi Jakarta yang saat ini sudah berkembang pesat dan strategis dalam hal perekonomian. Jakarta kelak akan tetap menjadi wilayah pusat perekonomian dan bisnis Indonesia. 

Namun, pengamat perkotaan Nirwono Joga berpendapat, banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan Jakarta agar totalitas menjadi kota bisnis baik secara regional maupun global. Salah satunya adalah perbaikan infrastruktur hingga peningkatan sarana transportasi. 

Selain itu, permasalahan laten seperti banjir juga harus segera diselesaikan oleh Jakarta sebelum proses pemindahan ibukota selesai. 

Baca juga : Pemkot Bekasi Gandeng Ritel Modern Jual Minyak Goreng Murah

"Oleh karena itu Jakarta tetap harus menyelesaikan masalah banjir, ancaman tenggelam, krisis air bersih, mengatasi kemacetan dan polusi udara, menata permukiman kumuh/padat," jelas Nirwono, Minggu (23/1). 

Ia kemudian melanjutkan, pembangunan transportasi dalam dan sekitar masih perlu lebih dikembangkan lagi. Belum terintegrasinya transportasi baik sistem maupun fisik, juga dengan penataan kawasan sekitarnya, transportasi pendukung, trotoar, serta gedung parkir masih perlu dibenahi lagi. 

"Memang Jakarta masih terbaik di Indonesia, tapi masih kalah jauh dengan kota tetangga seperti Singapura, Sydney, Melbourne, Tokyo, London, Paris dan New York," tukasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT