23 January 2022, 13:30 WIB

Salah Paham Dikira Curi Mobil Dihakimi Warga Hingga Tewas


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

dok.mi
 dok.mi
Ilustrasi

SEORANG pengemudi mobil berinisial HM (89), meregang nyawa setelah dihakimi massa di Jalan Pulo Kambing, kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (23/1) dini hari.

Warga menghajar pengemudi tersebut, lantaran dikabarkan mencuri sebuah mobil di wilayah Tebet, Jakarta Selatan.

Massa yang mengetahui adanya pencurian tersebut langsung mengejar pelaku hingga tertangkap di kawasan Pulogadung. Tanpa tanya apapun, massa langsung menghakimi HM hingga tewas.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi menyatakan ada salah paham soal peristiwa tersebut. Setelah diusut, pengemudi yang tewas dihakimin massa ternyata bukan pencuri mobil.

"Bukan pencurian, jadi informasi dari Tebet atau Pulogadung dia bawa mobil ngebut diteriaki maling hingga dikejar," ujar Ahsanul saat dikonfirmasi, Minggu (23/1).

Pengemudi yang ketakukan dan panik justru mengebut, lanjut Ahsanul, membuat massa meneriakinya maling.

"Ternyata saat diteriaki jadi timbul massa. Saat kami cek identitasnya, pengemudi tersebut lengkap identitasnya. Enggak ada pencurian, itu salah," ujarnya.

Atas salah paham itu, Ahsanul menyebut pengemudi meninggal dunia karena dipukuli massa.

Ahsanul juga membenarkan adanya satu mobil polisi yang mengejar HM. "Justru itu polisi mengikuti itu mobil Kelapa Gading, dia ikuti karena ada teriakan maling-maling," ungkapnya.

Sayang, polisi tidak bisa menyelamatkan HM dari amukan massa. Nyawanya melayang karena salah paham dan polisi terlambat mengambil tindakan.

Kini, lanjut Ahsanul, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Akibat salah paham membuat seorang dikira maling mobil dan tewas dikeroyok massa. (OL-13)

Baca Juga: Besok, Biskita Transpakuan Bogor Beroperasi Lagi

 

BERITA TERKAIT