17 January 2022, 08:43 WIB

MUI Apresiasi Sinergi Ulama dan Pemkab Tangerang Jaga Kerukunan Umat


Mediaindonesia.com | Megapolitan

Antara/Andika Wahyu.
 Antara/Andika Wahyu.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menilai kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang, Banten, terjalin dengan sangat baik meski masyarakat daerah ini heterogen, baik etnis maupun agama. Hal ini tidak lepas dari kerja sama ulama dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga kondisi tersebut. 

"Kalau bicara tentang kerukunan, masyarakat Kabupaten Tangerang sangat toleran, menghargai perbedaan, bisa hidup rukun, harmoni dalam keberagaman," ujar Sekretaris Umum MUI Kabupaten Tangerang Nur Alam Jaelani dalam keterangan resminya, Senin (17/1). Kondisi ini bisa dipertahankan karena ulama maupun umara (Pemkab Tangerang) bergandengan tangan menjaga kerukunan masyarakat yang majemuk tersebut. 

Keadaan yang kondusif dan baik ini harus diperjuangkan oleh seluruh umat beragama, sehingga ke depan menjadi kekuatan besar. "Bukti kerukunan agama di wilayah ini salah satunya bisa dilihat dari pelaksanaan pendirian rumah ibadah," kata Kiai Nur Alam. 

Dengan tetap mengacu pada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006, proses pendirian rumah ibadah tidak menemui kendala. Permintaan umat terkait pendirian rumah ibadah bisa terwujud karena panitia pembangunan sudah memahami tentang regulasi tersebut. "Bahkan antarumat lintas agama saling membantu dan mendukung," kata Nur Alam.

Hal ini tak lepas dari kerja keras MUI melalui FKUB yang gencar menyosialisasikan aturan tersebut ke seluruh 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Sosialisasi dilakukan kepada aparatur pemerintahan, kepala desa, camat dan RW/RT, dan masyarakat luas.

"Di MUI ada Komisi Kerukunan Umat Beragama. Kami sangat intens mendakwahkan pentingnya kerukunan, keberagaman, toleransi di antara kita. Sedangkan untuk komunikasi lintas agama dilakukan melalui Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB," ujarnya.

MUI menambahkan dukungan Pemkab Tangerang yang sangat responsif terhadap aspirasi warga juga menjadi pendukung terciptanya keharmonisan kehidupan antarumat beragama di Tangerang. Jalur dan jaringan komunikasi dibuka luas untuk mendengar dan menyerap aspirasi terhadap kebutuhan-kebutuhan umat beragama. 

Dengan jumlah penduduk mencapai 3,7 juta jiwa, Kabupaten Tangerang termasuk daerah yang sangat heterogen terutama dari sisi etnis (Jawa, Sunda Banten, Betawi, Tionghoa, dan migran) serta agama. Tercatat hingga akhir 2020, mayoritas penduduk Kabupaten Tangerang yaitu pemeluk agama Islam (2,87 juta jiwa). Ini disusul agama Kristen (94,506 jiwa), Budha (51,482 jiwa), Katholik (39,756 jiwa), Hindu (1,974 jiwa), Konghuchu (666 jiwa), dan lainnya sebanyak 157 jiwa. "Sinergi ini merupakan kunci terwujudnya toleransi yang tinggi sekaligus kerukunan umat beragama," ujarnya. 

Baca juga: Tarif KRL Naik, YLKI: Masyarakat Setuju asal Pelayanan Meningkat

Terkait hal itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menambahkan bahwa wilayahnya merupakan daerah melting pot yakni meleburnya heterogenitas. "Bicara tentang keberagaman Tangerang, kita bicara soal daerah melting pot. Daerah Kabupaten Tangerang menjadi daerah tempat bercampurnya, ras, suku, dan agama di Indonesia. Masing-masing punya gaya tersendiri. Namun semua bisa saling menghormati dengan sangat baik," kata Ahmed Zaki Iskandar atau biasa dipanggil Bang Zaki. 

Zaki menambahkan bahwa itu semua tidak terjadi dengan sendirinya. "Kami sebagai pemerintah daerah mengawasi tetapi tidak mencampuri. Jika ada yang offset kami semprit," katanya. (OL-14)

BERITA TERKAIT