16 January 2022, 11:11 WIB

KPAI Dorong Pemprov DKI Jakarta Pertimbangkan Kembali Ke PTM 50%


 M. Iqbal Al Machmudi | Megapolitan

 ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
  ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Seorang siswa SMPN 252 mengikuti tes usap PCR di Jakarta Timur, Kamis (13/1/2022). 

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin dengan adanya 10 sekolah di DKI Jakarta yang ditutup sementara usai menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) 100% sejak 3 Januari 2022.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan meskipun bukan omikron sekalipun, namun yang namanya covid-19 tentu tidak bisa di sepelekan. Perlu diingat, bahwa pola penularan dari covid-19 di antaranya adalah kerumunan dan sulit jaga jarak.

"PTMT dengan kapasitas 100% siswa sangat berpotensi karena bersama-sama berada dalam satu ruangan tertutup selama waktu yang cukup lama sekitar 3-5 jam. Anak-anak sangat rentan tertular dan menularkan," kata Retno dalam keterangannya, Minggu (16/1).

KPAI sudah memprediksi bahwa hal ini akan terjadi, mengingat anak-anak SD belum mendapatkan vaksin lengkap 2 dosis, potensi penularan usai liburan natal dan tahun baru juga harus menjadi pertimbangan.

Oleh karena itu KPAI mendorong Pemprov DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh, mempelajari pola kerentanan penularan, sehingga dapat diantisipasi penyebarannya.

"Sebaiknya Pemprov KI Jakarta mempertimbangkan untuk PTM 50% dahulu sambil menunggu kondisi lebih aman bagi pelaksanaan PTM," ujar Retno.

"Karena dari pengawasan KPAI ke sekolah-sekolah, jaga jarak sulit sekali di kelas. Antara satu meja dengan meja yang lain berjarak hanya sekitar 50 cm, tak sampai 100 cm atau 1 meter," pungkasnya. (Iam/OL-09)

BERITA TERKAIT