09 January 2022, 12:40 WIB

Tren Peningkatan Kasus Omikron, DPRD DKI Soroti Sekolah Tatap Muka


Hilda Julaika | Megapolitan

ANTARA FOTO/Maulana Surya
 ANTARA FOTO/Maulana Surya
Ilustrasi

Anggota DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menyoroti peningkatan kasus covid-19 varians Omikron di Jakarta. Menurutnya ini perlu menjadi alarm dini yang perlu diwaspadai. Utamanya terkait aktivitas sekolah tatap muka yang sudah berlangsung 100 persen ini.

“Ada kondisi kondisi terbaru yang patut diperhatikan yaitu tatap muka sekolah yang sudah berjalan di DKI. Dalam pemantauan langsung di lapangan, belajar hanya berlangsung sekitar tiga jam, dan sedikit siswa yang belum divaksinasi,” kata Gilbert kepada Media Indonesia, Minggu (9/1).

Sehingga ia menyarankan untuk anak yang belum divaksin covid-19 untuk tidak diperbolehkan masuk sekolah. Pasalnya, untuk vaksinasi saja tidak sepenuhnya mampu menghadang varian Omikron.

Kemudian, siswa mempunyai mobilitas yang tinggi apalagi seperti euforia karena sudah lama tidak masuk sekolah. Sehingga apabila belum divaksin akan membuat siswa semakin rentan. Ia meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) 3M diawasi ketat di sekolah, baik oleh orangtua yang hadir dan oleh Guru. Menurutnya hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Selain itu, vaksinasi pada anak yang belum harus dikejar.

“Mengingat penularan Omikron lebih cepat, sebaiknya sekolah dibatasi lama tatap muka atau pelajarannya setidaknya selama sebulan. Ini bertujuan untuk mengurangi kontak, tahapan untuk menghentikan tatap muka bilamana perlu dan evaluasi dampak tatap muka,” sarannya.

Politisi PDI-P ini juga mengutarakan masyarakat harus diingatkan kemungkinan kasus infeksi Omikron naik lagi dan menimbulkan gelombang ketiga. Seperti diketahui, kasus aktif covid-19 di Jakarta kini didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT