22 December 2021, 18:33 WIB

Ide Street Race Polda Metro Jaya Telah Sukses Dilakukan di Amerika Serikat


mediaindonesia.com | Megapolitan

Ist
 Ist
Pengajar dan peneliti vokasi Universitas Indonesia Devie Rahmawati.

PADA Rabu, 22 Desember 2021, bertepatan dengan perayaan Hari Ibu, Polda Metro Jaya mengundang berbagai kalangan untuk melakukan Diskusi Santai Street Race Polda Metro Jaya.

Undangan ini menyusul, rencana akan dibukanya sebuah kawasan di Ancol untuk memfasilitasi para pelaku balapan liar, yang selama ini melaksanakan aksi balapan di sekitar 39 titik rawan, di seluruh wilayah DKI Jakarta.. 

"Inisiatif ini menjadi sangat strategis, khususnya dalam upaya menyelamatkan banyak aset SDM Indonesia," kata pengajar dan peneliti vokasi dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati pada keterangan pers, Rabu (22/12).

Sementara itu, data kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya (PMJ) yang melibatkan sepeda motor periode Januari hingga 20 Desember 2021, terdapat  7.436 jatuh korban, dengan status meninggal dunia sebanyak 455 orang, dengan jumlah kerugian material sebesar Rp. 7.175.650.00. 

"Jakarta, Indonesia, dalam hal penanganan perilaku berkendara beresiko, salah satunya balapan liar, tidaklah sendirian. Bahkan negara maju seperti Amerika Serikat (AS), sudah berjuang lebih dari 7 dekade untuk terus mengelola fenomena balapan liar di kota-kota di sana," jelas Devie. 

"Inisiatif yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan menggelar serial balapan selama 4 kali dalam setahun, dimulai pada 15 Januari 2022 nanti, merupakan langkah maju dalam upaya merangkul para pelaku balapan liar yang berasal sebagian dari kalangan muda," tuturnya.

Menurut Devie, berbagai studi memang menunjukkan bahwa 'kecepatan' memang menjadi 'jati diri' setiap anak muda. Sehingga, berkendara dengan kecepatan yang beresiko, akan selalu hadir, di setiap masa, selama adanya anak muda, sebagai anak kandung zaman. 

Belajar dari AS yang semenjak tahun 1951 mendirikan apa yang disebut National Hot Rod Associaton (NHRA), yang kemudian menarik para pelaku balap liar di sana untuk melakukan aksi balap dan kompetisi di kawasan yang sudah diorganisir dengan baik.

Bahkan akhirnya dari NHRA ini, muncul banyak talenta-talenta balap, yang kemudian melanggeng ke ajang balapan resmi. Karena NHRA ialah badan terbesar di dunia yang mengelola balap jalanan dengan 5.000 events.

"Ini merupakan salah satu intervensi sosial sukses yang pernah ada di dunia," ucap Devie.

"Oleh karenanya, gagasan Street Racing Polda Metro Jaya, sebagai ibukota dan pusat bisnis Indonesia, di mana terdapat lebih dari 70% kendaraan di Tanah Air beroperasi di Indonesia, akan mampu menjadi model dan kompas penanganan kasus balap liar," tutur dosen UI ini.

Yang menjadi daya tarik dari inisiatif ini ialah, bagaimana intervensi ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengatasi fenomena balapan.

"Namun juga menghidupkan ekosistem balapan yang terdiri dari banyak pihak seperti mekanik, joki, ahli modif, sekolah safety driving, pemda, influencer, swasta, akademisi, termasuk menggerakkan ekonomi rakyat, dengan akan hadirnya UMKM dan pedagang-pedagang kecil di arena balapa," paparnya.

Di tengah – tengah mulai terbitnya Indonesia sebagai salah satu “matahari balapan dunia”, dengan kehadiran Mandalika, inisiatif ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu “sekolah balap” yang melahirkan alumni-alumni, yang siap menjadi atlet nasional dan berlaga di ajang internasional. 

"Di Hari Ibu ini, ide street race Polda Metro Jaya, menjadi salah satu kado terbaik, karena diharapkan mampu mencegah kembali menetesnya air mata para ibu akibat harus menderita melihat anak dan keluarganya yang mengalami luka ringan, berat hingga kematian, karena perilaku beresiko di jalanan, salah satunya balap liar," kata Devie. (RO/OL-09).

BERITA TERKAIT