20 December 2021, 22:53 WIB

UMP DKI Jakarta Naik 5,1%, Anies : Layak bagi Pekerja dan Terjangkau bagi Pengusaha 


Selamat Saragih | Megapolitan

Antara/Fakhri Hermansyah
 Antara/Fakhri Hermansyah
Aksi buruh menuntu kenaikan UMP

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, revisi upah minimum provinsi (UMP) Jakarta tahun 2022 didasarkan atas asas keadilan bagi para pekerja, perusahaan, dan Pemprov DKI Jakarta. Karena itulah Anies merevisi kenaikan UMP DKI Jakarta tahun 2022 dari 0,85 persen menjadi 5,1 persen (naik Rp225.667) dari UMP 2021. 

Dengan begitu, maka UMP DKI Jakarta tahun 2022 usai direvisi menjadi Rp4.641.854 per bulan. 

"Kami menilai kenaikan 5,1 persen suatu kelayakan bagi pekerja dan terjangkau para pengusaha," kata Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/12). 

Menurut Anies, kenaikan UMP sebesar 5,1 persen sekaligus meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat. 

Baca juga : Revisi UMP DKI 2022, Apindo Sebut Anies Langgar Regulasi Pengupahan

Kenaikan UMP sebesar 5,1 persen juga bentuk apresiasi bagi para pekerja dan menjadi suntikan semangat bagi perekonomian dan dunia usaha. 

Dengan merevisi kenaikan UMP, Pemprov DKI berharap daya beli masyarakat maupun para pekerja tetap terjaga. 

"Dengan kenaikan senilai Rp225.000 per bulan, maka para pekerja dapat menggunakannya sebagai tambahan untuk keperluan sehari-hari. Lebih penting adalah melalui kenaikan UMP yang layak ini, kami berharap daya beli masyarakat atau pekerja tidak turun," ujar Anies. 

Adapun keputusan merevisi UMP tahun 2022 didasarkan beberapa pertimbangan. Salah satunya, kajian Bank Indonesia yang menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 mencapai 4,7 persen sampai 5,5 persen, sehingga inflasi akan terkendali pada posisi 3 persen (2-4 persen). (OL-7)

BERITA TERKAIT