30 November 2021, 17:11 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Penembakan di Exit Tol Bintaro


Rahmatul Fajri | Megapolitan

Antara.
 Antara.
Ilustrasi.

DIREKTUR Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengungkap kronologi penembakan di Exit Tol Bintaro, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Jumat (26/11). Pelaku merupakan polisi berinisial Ipda OS yang merupakan Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya.

Tubagus mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi, kejadian itu bermula dari laporan seseorang inisial O kepada Ipda OS. O merasa khawatir karena dibuntuti oleh sejumlah orang.

"Pelapor itu diikuti dari satu hotel yang ada di wilayah Sentul, kemudian diikuti oleh beberapa unit mobil. Karena dirinya merasa terancam kemudian orang tersebut melaporkan kepada kepolisian," ujar Tubagus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (30/11).

Tubagus mengatakan Ipda OS kemudian mengarahkan pelapor ke kantor PJR Jaya 4 atau tempatnya bertugas dengan tujuan mengamankan pelapor. Kemudian terjadi keributan yang berujung penembakan dan mengenai dua orang inisial PP dan MA. "Masih (berdasarkan) kepada keterangan saksi itu, ada mau ditabrak, kemudian terjadilah tembakan sebanyak dua kali yang mengenai dua korban," ucapnya.

Lebih lanjut, Tubagus mengatakan pihaknya masih mendalami motif pelaku. Ia mengatakan Ipda OS masih diperiksa lebih lanjut, termasuk pemeriksaan yang dilakukan oleh Bidang Propam Polda Metro Jaya untuk memastikan langkah yang dilakukannya sesuai prosedur atau tidak. "Mohon bersabar karena ini masih didalami, masih dilakukan penyelidikan yang mendalam," katanya.

Diketahui, dalam peristiwa itu terdapat dua korban yang mengalami luka tembak, yakni PP dan MP. PP dinyatakan meninggal dunia, sedangkan MP masih menjalani perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Polisi Menjadi Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan salah satu korban berprofesi wartawan. "Korbannya ada yang wartawan, mengakunya, ya. Tapi nanti pendalamannya nanti oleh penyidik ya," kata Zulpan. (OL-14)

BERITA TERKAIT