08 November 2021, 10:55 WIB

Pemkot Depok Kehabisan Stok Blanko KTP Elektronik


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

dok.Ant
 dok.Ant
Ilustrasi: Pemkot Depok, Jawa Barat masih lakukan perekaman KTP elektronik, namun belum bisa dicetak karena blanko habis.

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengumumkan kehabisan stok blanko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E). Akibatnya, pencetakan KTP-E terpaksa dibatasi.

Kepala Disdukcapil Kota Depok Nuraeni Widayatti mengatakan, sudah mengajukan permohonan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) supaya dikirim lagi blanko KTP-E.

"Dalam permohonan ke Kemendagri, kami minta dikirim 10 ribu keping blanko KTP-E. Mudah-mudahan dalam pekan ini dikirim," harap Nuraeni, Senin (8/11).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya harus membatasi pencetakan KTP-E karena stok yang tersedia sedikit dan warga yang lebih dulu direkam akan diprioritaskan untuk dicetak KTP- nya.

Nuraeni mengakui sampai saat ini masih banyak warga Kota Depok yang masih belum mendapatkan KTP-E dari pemerintah.

Dikatakan di Kota Depok pemohon KTP-E sangat tinggi. Dari Januari sampai dengan akhir Oktober 2021 kemarin pemohon KTP-E mencapai 165.181.

Tingginya pemohon KTP-E di Kota Depok karena disebabkan beberapa hal.

Diantaranya adalah karena akibat rusak dan hilang. Juga, akibat perubahan elemen data karena pindah, menikah, bercerai, ganti kartu keluarga (KK).

"Transaksi paling tinggi per hari kami layani adalah pemohon yang KTP-nya rusak, hilang, dan perubahan elemen data karena pindah, ganti kartu keluarga (KK), ganti status, " tukasnya.

Untuk wajib KTP-E yang usia 17 tahun atau usia Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat rata-rata sudah mempunyai KTP-E.

"Dalam catatan kami anak usia 17 tahun yang masih belum mempunyai KTP-E hanya tinggal sekitar 3000-an. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan walau dalam kondisi terbatas, " ucapnya.

Menyoal teguran Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh terkait penolakan permohonan pencetakan KTP-E bagi 11 warga Kota Depok, ia mengatakan sudah diselesaikan dengan baik.

"Sudah beres, jangan di follow- up lagi. KTP-E mereka telah kami cetak ulang, kejadian itu akibat miskomunikasi ko," pungkas Nuraeni (OL-13)

Baca Juga: Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

BERITA TERKAIT