04 November 2021, 14:53 WIB

Dinas Kesehatan DKI Antisipasi Covid-19 Gelombang Ketiga


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
 ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Petugas Satpol PP menjemput sejumlah warga untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di Duren Sawit, Jakarta Timur.

DINAS Kesehatan DKI Jakarta melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi munculnya gelombang ketiga kasus covid-19 dampak dari libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Sebab, berkaca dari awal tahun ini di Indonesia terjadi gelombang pertama kenaikan kasus akibat libur Nataru di mana pada Januari terjadi kenaikan kasus dan puncaknya pada 4 Februari terdapat 26 ribu kasus aktif covid-19 di Jakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan ada sejumlah langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi gelombang ketiga.

"Jadi antisipasi kehadiran gelombang ketiga dan gelombang lainnya harus tetap dijaga dengan cara masyarakat harus diingatkan terus terkait protokol kesehatan dan vaksinasi," kata Dwi saat dihubungi, Rabu (3/11).

Cara meningkatkan cakupan vaksin Covid-19 ini adalah dengan meningkatkan frekuensi layanan vaksinasi di malam hari. Saat ini di tiap kecamatan disediakan beberapa lokasi untuk vaksinasi sore hingga malam hari.

Pihaknya juga terus melanjutkan transparansi data kasus dan penanganan covid-19 yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Melalui transparansi data tersebut, seluruh pihak bisa turut melihat situasi termasuk adanya kecenderungan naik turunnya kasus sehingga dapat memberikan masukkan kepada Pemprov DKI.

"Kita juga terus melakukan pengiriman sampel untuk genome sequencing ya, whole genome sequencing untuk melihat kemungkinan varian baru yang masuk. Kemudian tentu dengan kriteria sampel untuk pemeriksaan genome," jelasnya.

Terakhir, seluruh pihak harus sama-sama terus mengingatkan agar protokol kesehatan masih harus diterapkan. Indonesia dan dunia secara umum belum keluar dari status pandemi Covid-19

"Orang-orang harus tetap diingetin harus tetap pakai masker, karena kalau pakai masker kan menghalangi virusnya masuk. Ibarat kita makan, sendok kan nggak bisa masuk di mulut," tukasnya. (Put/OL-09)

BERITA TERKAIT