03 November 2021, 16:14 WIB

Covid-19 di Jakarta Mereda, Bus Sekolah Kembali Bertambah Untuk Jemput Siswa PTM


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Bus Sekolah

UNIT Pengelola Teknis (UPT) Bus Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta menarik sebagian besar armada bus sekolah yang sebelumnya sempat disiagakan untuk mengevakuasi pasien-pasien covid-19 menuju RS rujukan.

Setelah kasus covid-19 mereda, bus-bus tersebut sudah tidak diperlukan lagi untuk menjemput pasien sehingga, sebagian bus kembali difungsikan sebagai armada antar jemput pelajar yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Baca juga: Banjir Terus Berulang, DPRD DKI: Gubernur Harus Tepati Janji

"Sudah ada sebagian besar armada untuk kegiatan covid-19 sudah kita kembalikan pada kegiatan operasional kegiatan pelajar. Ada 171 bus kita gunakan untuk PTM," kata Kepala UPT Bus Sekolah Ali Murthadho saat dihubungi, Rabu (3/11).

Jumlah sekolah yang melakukan PTM terus bertambah. Hingga Oktober, jumlah sekolah yang melaksanakan PTM ada 7.165 sekolah. Ali menjelaskan, dalam mengoperasikan bus sekolah, pihaknya telah memiliki rute yang disesuaikan dengan lokasi-lokasi atau zonasi sekolah-sekolah tersebut.

"Oh, ada kita kan memang sudah punya rute sebelumnya kan sudah kita jalankan. Jadi ini sudah mulai jalan dari September ya kalau seluruhnya. Kan penambahannya bergerak ya mulai dari 100, 300, 600, 1500, sampai 3000an sekolah kan. Kita harus juga bergerak mengikuti itu," tuturnya.

Di sisi lain, untuk kapasitas angkutan bus sekolah masih dibatasi 70%. Ali menuturkan, kemungkinan akan meningkatkan kapasitas menjadi 100% dengan protokol kesehatan yang ketat setelah adanya keputusan Jakarta memasuki PPKM Level 1 mulai hari ini hingga dua pekan ke depan.

Ia pun mengimbau agar para siswa yang tidak diantar oleh orangtuanya saat berangkat maupun pulang sekolah agar menggunakan bus sekolah. Bus-bus sekolah telah disemprot disinfektan setiap selesai beroperasi dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat seperti penegasan penggunaan masker bagi penumpang maupun pramudi sehingga mencegah penularan covid-19 secara maksimal.

"Iya yang jelas kan ini untuk menghemat uang saku. Gratis. Itu yang pertama. Kedua, memang kita berikan jaminan kenyamanan untuk para siswa. Dari rumah sampai sekolah sampai ke rumah kembali," pungkasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT