01 November 2021, 22:47 WIB

Pekerja informal di Wilayah Jakarta Didorong Jadi Peserta BPJAMSOSTEK 


mediaindonesia.com | Megapolitan

Ist
 Ist
Kegiatan bertajuk 'Sosialisasi Program Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja' yang digelar di Jakarta Pusat.

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Jakarta Salemba bersama dengan Komisi IX DPR RI melakukan kepada sosialisasi kepada pekerja bukan penerima upah (BPU).

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti 200 orang pekerja informal di wilayah Jakarta Pusat yang dilaksanakan di Rumah Makan Sederhana Juanda, Gambir pada Sabtu (30/10).

Dalam kegiatan bertajuk 'Sosialisasi Program Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan untuk Masyarakat Pekerja di Wilayah Jakarta Pusat Bersama Komisi IX DPR RI'. Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Salemba M. Izaddin mengungkapkan banyak manfaat yang diperoleh masyarakat ketika menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

Menurut Izaddin, seluruh profesi atau pekerjaan apapun pasti memiliki risiko yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, ia mengajak seluruh pekerja informal di Jakarta Pusat untuk melengkapi diri dengan perlindungan jaminan sosial dari BPJAMSOSTEK. 

"Kepada ratusan pekerja informal, kami mensosialisasikan pentingnya jaminan sosial kepada masyarakat sehingga diharapkan tumbuh kesadaran untuk mendaftarkan diri menjadi peserta," ungkap Izaddin dalam keterangan pers yang diterima, Senin (1/11).

Terlebih lagi, menurut Izaddin, iuran untuk pekerja BPU sangat terjangkau, mulai dari Rp16.800 per bulan untuk perlindungan dua program yang terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

"Peserta juga dapat mengikuti program Jaminan Hari Tua (JHT) dengan menambah iuran mulai dari Rp20.000 per bulannya," jelas Izaddin. 

Proses daftar dan membayar iuran peserta BPJAMSOSTEK juga sangat mudah, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja melalui website BPJAMSOSTEK dengan berbagai pilihan metode pembayaran instan seperti QRIS, Go-Pay, Shopee Pay, dan lainnya. 

Izaddin berharap, dari kegiatan sosialisasi yang dilakukan, semakin banyak pekerja informal yang akan bergabung menjadi peserta BPJAMSOSTEK. 

“Sosialisasi seperti Ini merupakan kewajiban kami untuk terus mengedukasi pekerja sektor informal untuk bergabung menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Ke depan, kami akan terus melakukan sosialisasi serupa," imbuhnya.

Sementara itu anggota DPR RI dari Komisi IX, Kurniasih Mufidayati mengapresiasi langkah BPJAMSOSTEK yang terus melakukan upaya untuk mendorong pekerja sektor informal mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Dia mengungkapkan, seluruh pekerja, baik penerima upah (PU) maupun bukan penerima upah (BPU), seperti pekerja seni sepatutnya terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

Seperti diketahui, saat ini baru 2,5 juta pekerja BPU yang terdaftar menjadi peserta. Oleh karena itu, Kurniasih mendorong BPJAMSOSTEK terus melakukan edukasi kepada para pekerja sehingga diharapkan jumlahnya akan meningkat dan perlindungan semesta (universal coverage) dapat segera terwujud.

"Kami sangat berterima kasih kepada BP Jamsostek Cabang Salemba yang telah menjelasan manfaat-manfaat yang akan diperoleh apabila menjadi peserta, dan berharap hubungan dengan  BP Jamsostek akan terus harmonis dan berkesinambungan," ungkapnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT